Skip to main content

Cerita Ara kena Demam Berdarah

Kedua kalinya Ara opname, kali ini Demam Berdarah menyambangi tubuh putri kecilku. Awalnya mulai hari Minggu lalu Ara sudah mengeluh badannya sakit semua, tumben ini anak gak excited waktu diajakin nonton live show Hi-5 di atrium Tunjungan Plaza 3. Biasanya dia aktif dan selalu mengikuti gerakan dan nyanyian kelima personil Hi-5. Sepulang dari TP dia sudah mulai demam, yaa saya gak ukur suhu tubuhnya cuma tidurnya mulai gelisah. Saya kasih dia minum ibuprofen dan Vicks formula 44 anak untuk bapil nya. Sampai Rabu malam saya lihat Ara sering ngigau dan saya kompres demamnya masih belum turun juga. Hari Kamis Abi ijin setengah hari, Ara dibawa ke RS.Anwar Medika di Balongbendo – Krian. Karena waktu nyampe sana sudah jam 11 siang praktek dokter umum dan dokter anak sudah tutup, jadilah dia diperiksa di UGD. Udah kepikiran banget, dikantor lagi kedatangan Bos besar, anak lagi sakit dan gak bisa nemenin, galau tingkat dewa jadinya.

Jam 11.45 Abi telpon bilang kalo Ara lagi di tes darah, sambil nangis Ara ngadu ke saya. Jam makan siang tiba, langsung saya meluncur ke rumah sakit. Sampai sana Ara sudah tiduran di selasar UGD sama Ibu dan Bonita. Abi masih sama dokter lagi diomongin hasil lab, dan ternyata trombositnya turun ke 140. Tapi kata dokter karena demam tingginya baru 3 hari coba berobat jalan dulu tunggu 2 hari kalau demamnya belum turun kita balik cek darah lagi. Ya sudah kami turuti semua kata dokter, karena kartu asuransi suami belum jadi kita pakai surat keterangan dan biaya berobat jalan sementara reimburse dulu. Alhamdulillahnya total biaya dokter, labolatorium dan obatnya hanya 140rb.

Ehh ternyata 2 malam panas Ara belum turun juga, ini anak kalau siang suhu nya normal dan masih aktif tapi kalau sudah malam udah deh seperti cahaya redup matanya. Jumat malam Abi lembur, saya temani Ara nonton Disney Channel sambil saya kompres. Penasaran, saya ambil thermometer dan ternyata suhu tubuhnya sudah 38,8. Saya langsung telpon Abi, gimana nih bi Ara panas banget? Disaat kartu asuransi juga belum jadi, suami minta bantuan HRD nya untuk minta surat keterangan dari pihak Asuransi Lippo. Alhamdulillah jam 9 malam di email, dan langsung saya print buat jaga-jaga kalo nantinya harus opname. Ara ini ya meskipun sakit dia gak pernah ngerengek, tingkah lakunya masih sama seperti gak sakit. Saya langsung siapkan tas, masukkan diapers, susu, botol susu, beberapa baju ganti, peralatan mandi, dll jaga-jaga kalau harus opname. Abi sampai malam juga belum pulang sampai akhirnya kami ketiduran. Pas adzan Shubuh Ara bangun bilang kalo dadanya sakit, loncatlah kami berdua tanpa mandi tanpa ganti baju. Abi langsung ambil kunci mobil, masukin barang-barang yang sudah saya siapkan dan saya gendong Ara.

Sekitar setengah 5 pagi sampai di UGD RS. Anwar Medika, setelah dicek dokter langsung diberi pengantar ke lab dan gak sampe 5 menit hasilnya sudah keluar. Dan ternyata trombositnya turun lagi ke angka 127. Kami diberi pilihan mau rawat jalan atau opname, gak mau ambil resiko kami pilih opname saja. Kami bertiga keluar untuk urus administrasi rawat inap, untuk jatah kamar seharusnya 175.000/malam awalnya kami pilih kelas 1 dengan harga 225.000/malam dengan konsekwensi nambah dan fasilitas kamarnya 2 bed, AC, TV, dan kamar mandi dalam atau kelas 2 dengan harga 150.000/malam dengan fasilitas 2 bed, kipas angin , dan kamar mandi dalam. Namun ternyata semua kamar sudah penuh termasuk VIP dan VVIP, yang tersisa hanya kamar kelas 3 dengan fasilitas 9 bed, kipas angin dan tidak ada kamar mandi dalam. Ya sudah pikiran kami yang penting Ara masuk dulu, ditangani secara medis dulu masalah kamar nanti bisa pindah kalau ada pasien yang pulang. Saya ke apotek serahkan resep dari dokter UGD, setelah selesai saya cek total nya sekitar 800ribu untuk pembelian perlengkapan infus, 3 botol infus, termasuk 3 ampul antibiotic Taxegram 1G Vial yang harga per ampulnya 200ribuan dan beberapa ampul obat untuk uap karena Ara ada batuk pilek. Urusan administrasi beres, balik lagi ke UGD langsung dipasang infus dan di tes alergi obat. Sambil tunggu kamar siap sekitar jam 6 pagi dikasih sarapan nasi tim plus soto ayam.
di UGD masih aja narsis, lihat tuh mata sayunya

Kami dapat kamar di Tulip 4. Aduh ya, bukan apa sih yang namanya kamar 1 diisi 9 orang balita yang lagi sakit plus keluarganya itu sumpeknya bukan main. Ada yang nangis, ada yang jerit-jerit, si Ara Cuma bilang “Ami ongkep” dan setengah hari saya kipasin dia sampek tangan rasanya kiyu. Jam 11 an abi pulang kerumah ambil beberapa barang, baju dan beli makanan. Belum lama ngobrol sama “tetangga” kiri kanan dan ternyata semua pasien dikamar ini kena DB. Suster datang dan bilang kalau ada kamar kosong di kelas 2 dan tanpa pikir panjang langsung saja kami pindahan. Kamar Tulip 6 cukup lah untuk ukuran 2 pasien tapi tetap saja Ara kegerahan. Sebelumnya saya pernah opname disini tapi di gedung baru, letaknya persis dibelakang gedung lama. Saya opname sekitar tahun 2014 dan dikelas 1, namun disana sudah pakai TV LED, kamar mandi bathup dan ukuran kamarnya sangat luas. Beda banget dengan gedung lama, waktu saya intip kelas 1 ukurannya persis banget kayak kelas 2 yang ngebedain cuma AC dan disana masih pakai TV tabung. Oh iya, kamar mandinya juga beda banget, digedung baru sudah ada bath up tapi di gedung lama masih pakai timba dan gayung.
Kondisi kamar Tulip 6



Pasien di ruang anak rata-rata ditangani oleh dr. Bagus Setyoboedi ( No.Reg : 35.1.1.201.1.06.002380 ) Hari pertama setelah diperiksa dokter Bagus, Abi tanda tangan resep lagi sekitar 400ribuan, hari kedua diperiksa dokter yang berbeda ( lupa gak tanya namanya ) dan hari ketiga sekitar jam 11 malam kembali dokter Bagus yang periksa dan dinyatakan besok sudah boleh pulang ( Alhamdulillah leganya ) . Dihari kedua dan ketiga saya yang tanda tangan resep dengan kisaran 300ribuan dan masing-masing saya cek masih sama Taxegram.

Hari Selasa pagi ternyata banyak pasien yang sudah sembuh dan pulang, termasuk roommate Ara. Jam 9 pagi mereka sudah boyongan pulang, karena mereka bayar sendiri ya cepat prosesnya. Sementara kami yang pakai asuransi harus menunggu sampai ada jawaban dari pihak asuransi. Satu jam, dua jam belum juga Ara dipulangkan sampai datang jatah makan siang. Sekitar jam 12.30 Alhamdulillah sudah selesai semua urusan administrasi. Suami ke kasir dan tanya apa kami ada biaya yang harus dibayar sendiri? Dan ternyata ?????

Tidak Ada


Ahhh pengalaman 4 hari yang melelahkan namun membuat saya jauh menjadi lebih dekat dengan Ara. 4 hari tidur dikasur sempit berdua, kekamar mandi mintanya sama Ami, makan mintanya disuapin sama Ami. We love you nak, sebisa mungkin Abi sama Ami akan menjaga kamu menghindar dari segala penyakit.

Selasar ruang anak
Nunggu jawaban Asuransi sampe ketiduran

Comments

Popular posts from this blog

Awas..Jangan buang struk belanja kamu !!! BAHAYA

Pasti pernah belanja kan? Atau makan direstoran? Pasti pernah donk, selama ini setelah belanja atau makan struknya dikemanain? Kalau saya sih dibuang…tapi itu dulu. Sekarang sudah ada aplikasi yang bisa membuat struk belanja atau makan kita menjadi uang. Kalau saya pasang 2 aplikasi yang platformnya sama hanya cara konversinya yang berbeda. Snapcart dan Manis yang dua-duanya sudah saya rasakan sendiri manfaatnya.
Snapcart
Hal utama yang harus kita perhatikan saat akan mengunggah foto di snapcart adalah pastikan struk pembelanjaan terlihat jelas dan ketika posting foto lakukan perbagian dari atas sampai bawah, karena bisa nambah foto untuk 1 struk pastikan ketika kita foto tulisan belanjaannya apa terlihat jelas ( nama barang, jumlah barang, harga barang, total belanja, tanggal dan waktu belanja ). Pastikan detil informasi mengenai toko ( nama toko, alamat toko ) juga terlihat jelas dan struk tidak sobek.
Selain lewat barang belanjaan, kita juga bisa nambah cashback lewat snaptastic, fi…

Rapet Wanita, andalanku agar bisa jadi seperti Mimi Lan Mintuno

Mimi Lan Mintuno, pada hakikatnya adalah sepasang hewan jantan dan betina yang sejak masa Devon ( 400-250 juta tahun yang lalu ) tidak berubah bentuknya. Sehingga didalam filosofi Jawa untuk menggambarkan pasangan abadi dan serasi selalu digambarkan sebagai “ Mimi lan Mintuno” Dan kenapa juga dalam filosofi Jawa melambangkan hewan ini, pernah tau Mimi ? Atau bahkan mungkin sudah pernah makan telurnya? Bagi yang sudah pernah pasti tahu kalau Mimi telurnya banyak banget, kurang lebih 20.000 telur dikeluarkan dalam sekali masa reproduksi. Jadi, selain lambang kesetiaan dan cinta abadi, Mimi lan Mintuno ini juga sebagai lambang kesuburan.
Tapi kali ini saya tidak akan membahas filosofi ini, saya mau membagikan pengalaman saya setelah rutin minum jamu tradisonal yang dikemas modern dari Mustika Ratu yang diberi nama “ Rapet Wanita “ Awal saya tertarik minum jamu ini setelah saya browsing di asmaraku.com dan membaca beberapa review produk jamu untuk wanita. Dari banyak review yang saya baca …

Toko Pelangi yang pelayanannya tak seindah Pelangi

Bagi warga Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya pasti tahu toko Pelangi, toko yang menjual ATK yang cukup lengkap yang punya cabang dibeberapa lokasi di kota Surabaya dan Sidoarjo. Ami pun termasuk pelanggan setia yang selalu belanja ATK maupun perlengkapan sekolah Ara disana. Selain lengkap harga disana juga lebih murah dibanding toko buku lainnya.


Namun pengalaman semalam membuat ami enggan belanja kesana lagi, oh iya yang lagi kita bicarakan ini cabang toko Pelangi yang ada di Krian-Sidoarjo. Kemarin pas pulang kerja sekitar jam 17.15 ami mampir kesana karena Ara minta dibelikan buku mewarnai dan orotan. Karena ami sudah tahu letak bukunya ada dimana ami langsung ambil 6 buku dan langsung ke etalase tempat orotan. Nunggu gak lama datang satu SPG nya dan ami langsung pilih 2 orotan kenko. Lha kok habis ambilin orotannya si SPG ngacir gitu aja. Sabar nih ami coba tungguin, padahal ami udah bilang kalo udah ini aja belanjaannya. Ami tau kalo disana SPG nya harus nulis di nota apa aja yang…