Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2018

Sinergi Akal, Fisik, dan Sosial

Hai para orang tua milenial, sudahkah kalian berinteraksi dengan buah hati kita dirumah? Sudahkah kita memantau tumbuh kembang anak-anak kita, apakah sudah sesuai dengan tahapan usianya?
Serius lho itu saya nanyanya, karena kita saat inin sebenarnya sudah sangat dimudahkan dengan teknologi. Kita bisa banget memantau pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita lewat teknologi, tapi kita sering keblinger karena kemudahan ini. 

Kemarin nih, bertempat di Society Complex saya dan juga beberapa moms lainnya di Surabaya belajar bareng "Apa itu Sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial" yang pagi itu dibawakan oleh Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) atau yang biasa kita sebut dokter Wawan. Beliau ini adalah  ketua UKK Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial IDAI, dan kita nih merasa beruntung banget karena nih ya biasanya kita kudu janjian dulu 6 bulan sebelumnya kalau mau konsultasi sama beliau.
Dokter Wawan memaparkan bahwa setiap tahapan usia anak pastinya akan menunjukkan perubahan yang berbeda-…

Anak Hebat Berkat Perut Sehat

Bermain, belajar disekolah, mengaji, bahkan kadang masih minta berolah raga entah itu bersepeda atau juga berenang. Kadang suka heran, anak-anak ini energinya seperti ga pernah habis padahal kalau dilihat porsi makannya setengah kali dari ibu bapaknya. Inilah tugas kita sebagai orang tua untuk cermat menghitung apa yang masuk didalam tubuh buah hati kita sebagai bahan bakar semua kegiatan mereka.


Bahkan yang harus kita cermati bukan hanya jumlah kalori tapi juga nutrisi yang terkandung didalamnya. Apalagi dimasa-masa balita, seperti si kecil Kamaley yang saat ini usianya 4 tahun duhh banyak banget kegiatannya. Saya sampai suka ngos-ngosan kalo lagi ngikutin dia beraktivitas, ga apa sih hitung-hitung biar ibunya juga olah raga hehehhee. Dan namanya anak-anak pasti suka banget mengeksplorasi semua yang dia lihat, sebagai orang tua kadang suka khawatir apalagi kalo dia lagi main diuar rumah. Tapi saya juga ga mau jadi orang tua yang over protektif, saya lebih sering “membiarkan” dia mai…