Belanja di Elevenia…Emang Bikin Hepi ?

Siapa sih yang ga senang dapat voucher, meskipun itu hanya potongan harga yang harus ada minimal pembelian rasanya udah senang banget. Alhamdulillah saya dapat voucher dari Sisternet senilai Rp 100.000 untuk belanja minimal Rp 300.000 di Elevenia. Email kode voucher saya dapat di tanggal 22 Februari 2017 dengan batas maksimal penggunaan di 28 Februari 2018, mepet? Iya, tapi saya bersyukur karena dengan voucher tersebut saya bisa membelikan suami saya kado yang kebetulan ultahnya jatuh di 7 Maret.

Saking banyaknya kerjaan kantor saya hampir lupa kalau hari itu tanggal 28 Februari 2018, pas istirahat siang saya langsung pilih-pilih dompet di Elevenia yang harganya sekitaran 300ribu. Karena waktunya mepet saya cari seller yang Surabaya tapi yang punya rekomendasi bagus juga. Akhirnya saya pilih dompet kulit pria Montblanc Blacksuper Premium Import dari seller Kimnara_House yang alamatnya di Sutorejo – Surabaya seharga Rp 300.300. Senang donk saya bisa dapat potongan Rp 100.000 dan saya bisa dapat dompet berkualitas hanya dengan membayar Rp 200.300, sisa pembayaran saya bayar dengan kartu kredit dan status pemesanan saya sudah terbayar tepat di jam 12:57:37 dengan nomer transaksi : 201702289277427



Santai saja saya nunggu, dalam pikiran saya maksimal Senin barangnya sudah sampai. Saya tunggu sampai Senin sore kok ga ada barang datang dan status pemesanan saya belum berubah. Tiba-tiba tanggal 06 Maret 2017 jam 17:54 saya ditelpon dari (021) 29182910 katanya dari CS Elevenia, saya diinfo kalau pesanan saya dibatalkan karena sellernya sudah tutup toko dan pembayaran saya di refund tanpa adanya pengembalian voucher. Lho, marah donk saya kan bukan salah saya, yang melakukan pembatalan juga bukan saya, kok bisa voucher yang saya gunakan tidak dikembalikan?



CS yang mengubungi saya namanya Novi Arum, saya tetap ngotot kalau itu bukan salah saya dan saya mau hak voucher saya dikembalikan. Si mbaknya tetap bilang kalau regulasi mereka seperti itu, itu namanya merugikan konsumen donk. Voucher itu kan sama dengan uang, kecuali saya yang membatalkan baru mereka berhak menghanguskan voucher saya. Apalagi alasannya sellernya sudah tutup dan gak jualan lagi, udah gak jualan tapi barang dagangannya kok masih didisplay di website mereka? Emang IT dan Product Developmentya gak sortir mana seller yang masih aktif dan mana yang tidak? Katanya aman belanja di e-commerce tapi kalau kasus nya seperti ini sama aja ga aman dan ga nyaman.

Dan ternyata kejadian seperti ini bukan hanya terjadi ke saya tapi banyak juga temen-teman saya yang di batalkan sepihak dan dihanguskan vouchernya. Lantas apakah hal ini tidak menyalahi aturan? Apakah boleh kami melaporkan kepada YLKI ?


Bahkan semalam saya juga dapat email mengenai pembatalannya dan sudah saya balas saat itu juga, dalam emailnya dinyatakan akan dibalas dalam waktu 4 jam ( jam operasional Senin-Sabtu 09:00 – 18.00 ) Sampai saya naikkan tulisan ini pun ( Jam 16.00 ) tidak ada email balasan mengenai keberatan saya.


Dan yang bikin saya ngakak, mereka sekarang lagi bikin lomba blog review dengan tema “ Cerita Hepi Elevenia “ waduh pengalaman pertama saya belanja disana aja udah gak hepi, terus saya kudu bohong gitu kalo saya hepi barang pesanan saya dibatalkan sepihak dan voucher saya dihanguskan?

Nggak laaa yaaa, meskipun hadiah yang ditawarkan puluhan juta rupiah tapi kekecewaan saya melebihi hadiah yang ditawarkan. Kecewa karena saya gagal memberikan kado ulang tahun untuk suami saya dan lebih kecewa lagi karena voucher saya dihanguskan

update 14/03/2017 :
Voucher saya sudah dikembalikan dengan masa berlaku sampai 9 April 2017 dan untuk dana yang saya pakai di credit card nantinya akan kembali, tinggal tunggu billing statement bulan depan

Comments

  1. Hahahaha, salut dengan kejujuran Mbak. Kebanyakan promosinya memang disetting seakan2 hepi dan menyenangkan, nyatanya banyak yang kecewa, seperti salah satu marketplace ini http://www.yellsaints.com/2017/03/e-commerce-solutions-untuk-shopee.html. Silahkan mampir ke blog ku mbak, salam kenal saya Yelli Blogger Asal Aceh

    ReplyDelete

Post a Comment