Cuti menurunkan produktivitas kerja, benarkah ?

Sudah jadi kebiasaan kita kalau ambil cuti biasanya dipakai untuk jalan-jalan dan apa yang terjadi setelahnya? Capek, mau kembali beraktivitas dikantor jadi malas karena badan udah kecapekan. Yang akhirnya menimbulkan jargon “I Hate Monday”

Kebiasaan inilah yang sebenarnya “salah”, pernah lihat bule-bule liburan? Mereka ngapain aja hayo? Kebanyakan dari mereka hanya menginap di hotel, duduk santai ditepi kolam renang sambil ngobrol atau baca buku. Ya pokoknya mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak banyak menguras tenaga secara fisik, kalaupun ketempat wisata mereka juga tidak mencari wisata yang banyak jalannya.

Esensi cuti atau lepas sejenak dari rutinitas pekerjaan adalah untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran kita. Bahkan cuti tidak perlu biaya mahal, bisa saja dengan menghabiskan waktu bermain dengan anak atau kalau ada rejeki lebih bisa menginap di hotel yang fasilitasnya lengkap dan gak perlu jauh juga cukup ke kota sebelah, kalau saya biasanya ke Tretes atau ke Batu. Dijamin deh setelah cuti badan dan pikiran kita kembali fresh.

Atau kalau mau pergi yang agak jauh, misalnya nih kita ambil cuti 3 hari mau ke Jogja, jangan bawa mobil sendiri lebih baik naik kereta api atau pesawat kalau budgetnya ada. Susun rencana destinasi wisata mana saja yang mau dikunjungi, sebisa mungkin cari hotel yang dekat dengan destinasi wisata yang akan kita kunjungi. Dan sisi positifnya ketika kita ga bawa kendaraan sendiri, kita jadi malas keluar jauh-jauh dari hotel dan ga bikin stress juga dijalanan.


Sebelum kita mengajukan hak cuti kita, coba bercermin dulu apakah kita sudah memenuhi kewajiban kita sebagai karyawan? Agar produktivitas dan kinerja kita bisa meningkat ada 5 hal yang harus kita ingat:
  1. Jadilah karyawan yang aktif
  2. Jadilah pemecah masalah bukan pembuat masalah
  3. Jadilah orang yang dapat diandalkan
  4. Jadilah orang yang bisa mendukung rekan kerja dan menghargai atasan
  5. Latihlah interpersonal kita


Jadi... kunci cuti yang optimal adalah dengan menyeimbangkan jiwa, pikiran, dan tenaga agar produktivitas kerja bisa kembali optimal

Comments