Skip to main content

Pelayanan Customer Care Unilever yang Ciamik Soro

Jujur, saya tergolong orang yang “suka complain” dalam artian ketika saya membeli suatu produk atau jasa dan kemudian produk atau jasa tersebut tidak sesuai dengan apa yang seharusnya saya pasti akan langsung bereaksi. Seperti pada beberapa saat lalu, tepatnya di tanggal 16 Oktober 2016 saya membeli 2 pcs Rexona stick advance whitening di Indomaret Mastrip 49B Surabaya. Waktu itu saya belinya malam hari dan memang setiap beli produk ini tidak pernah saya buka on the spot karena saya yakin pasti tidak ada masalah, saya juga sudah cukup lama menggunakan produk ini.

Keesokan paginya ketika mau saya pakai, seperti biasa saya buka tutup cover putih yang biasanya menutupi bagian atas, saya naikkan sedikit rollernya sebelum saya pakai. Tapi saya cukup kaget begitu mau saya pakai kok jatuh sticknya. Saya langsung cek donk kenapa, biasanya stick nya itu menyatu dengan cangkangnya tapi yang ini kok enggak. Saya cek juga yang lainnya, karena semalam kan saya beli 2 pcs dan ternyata sama juga. Bahkan kalau dilihat secara kasat mata tingginya tidak seperti biasanya, ini tipis banget dan saking penasarannya sampai saya ukur pakai penggaris ternyata tingginya hanya 80 mm.



Langsung saya foto keduanya sebagai dokumentasi dan bukti ketika saya akan complain nantinya. Sampai kantor saya langsung kirim email ke suara.konsumen@unilever.com tanggal 17 Oktober 2016 jam 07.55 dengan detil sama persis seperti yang saya alami tidak kurang dan tidak lebih. Saya hanya inin tahu apakah ada perubahan spesifikasi produk atau memang ada kesalahan produksi dan kenapa sampai lolos quality control? Tentunya dengan melampirkan bukti-bukti foto yang ada, kan katanya no picture = Hoax :) Bagi yang belum pernah menghubungi suara konsumen Unilever, selain via email bisa juga telpon ke 0-800-1-558000 atau 021-52995299 ( bagi pengguna handphone - pulsa bayar )

Keesokan harinya saya langsung ditelpon customer service Unilever, intinya sih sama minta saya menceritakan kembali kronologi kejadiannya. Saya diminta untuk menyiapkan 2 produk yang saya complain untuk di pick up kurir dari Unilever keesokan harinya. Dan sebagai ganti saya akan diberi eVoucher Alfamart senilai Rp 50.000,- OK saya siapkan produknya, saya titipkan di satpam kantor dan benar keesokan harinya langsung di pick up.


Gak pake lama, tanggal 20 Oktober 2016 langsung masuk 2 kode eVoucher masing-masing senilai Rp 25.000,- lumayan lah buat ganti beli Rexona stick advance whitening nambah Rp 2.500,- dapat 3 pcs dan itu saya juga dikirimi surat dari Consumer Engagement Unilever bahwa sample produk yang saya complain sudah diterima dan tata cara penggunaan eVoucher Alfamartnya.

Saya kira sudah selesai namun kemarin kok ada security antar surat ke meja saya, saya lihat kok dari Unilever lagi, ada apa ya? Ternyata itu surat tindak lanjut dari hasil investigasi complain saya yang lalu, intinya surat tersebut menyebutkan bahwa akan dilakukan peningkatan control untuk menjaga kualitas produk mereka.



Ya saya tahu dengan adanya complain dari saya pasti nilai K.P.I ( Key Performance Indicator ) Quality Control mereka pasti akan turun nilainya, saya tahu karena saya yang bagian input nilai K.P.I di tempat kerja saya, namun tujuan saya adalah mengedukasi konsumen bahwa kita berhak mendapatkan apa yang kita beli sesuai dengan spesifikasi produk yang kita beli, tidak kurang dan tidak lebih.

Dan saya sangat puas dengan pelayanan yang diberikan customer care Unilever, selain cepat, tanggap juga bagus koordinasinya dengan department terkait. Seandainya semua layanan pelanggan produk yang lain sama standardnya dengan apa yang dilakukan customer care Unilever. Karena menjaga brand image sangat penting, apalagi saat ini dengan adanya media sosial semakin memudahkan konsumen untuk berbagi pengalaman dalam menggunakan suatu produk.

                            

Comments

Popular posts from this blog

Surabaya Patata, Oleh-Oleh Surabaya yang Enaknya Beda

Awas..Jangan buang struk belanja kamu !!! BAHAYA

Pasti pernah belanja kan? Atau makan direstoran? Pasti pernah donk, selama ini setelah belanja atau makan struknya dikemanain? Kalau saya sih dibuang…tapi itu dulu. Sekarang sudah ada aplikasi yang bisa membuat struk belanja atau makan kita menjadi uang. Kalau saya pasang 2 aplikasi yang platformnya sama hanya cara konversinya yang berbeda. Snapcart dan Manis yang dua-duanya sudah saya rasakan sendiri manfaatnya.
Snapcart
Hal utama yang harus kita perhatikan saat akan mengunggah foto di snapcart adalah pastikan struk pembelanjaan terlihat jelas dan ketika posting foto lakukan perbagian dari atas sampai bawah, karena bisa nambah foto untuk 1 struk pastikan ketika kita foto tulisan belanjaannya apa terlihat jelas ( nama barang, jumlah barang, harga barang, total belanja, tanggal dan waktu belanja ). Pastikan detil informasi mengenai toko ( nama toko, alamat toko ) juga terlihat jelas dan struk tidak sobek.
Selain lewat barang belanjaan, kita juga bisa nambah cashback lewat snaptastic, fi…

Mudahnya Bayar BPJS Kesehatan Pakai Klik BCA

Awalnya saya kalau bayar BPJS Kesehatan selalu lewat ATM Mandiri, selain karena malas kalau bayar di ATM Mandiri sering banget ga bisa dengan alasan sistem nya lagi down atau apalah sampai akhirnya nunggak-nunggak hehehe
Saya lebih suka bayar-bayar kewajiban lewat Klik BCA, saya juga gak tahu tepatnya kapan menu bayar BPJS Kesehatan muncul di Klik BCA. Bulan ini pas saya mau bayar sesuatu kok lihat ada menu BPJS wah senangnya akhirnya saya bisa bayar BPJS tepat waktu, gak perlu ke ATM Mandiri lagi dan gak perlu nunggak lagi J Dan cara pembayarnnya cukup mudah :
Login ke www.klikbca.com , Masukkan User ID dan PIN internet banking  Pilih menu PembayaranPilih menu BPJS  Masukkan no.bayar , Isi sesuai dengan nomer yang ada di kartu BPJS kesehatan ( 13 digit ). Kalau mau disimpan ke daftar pembayaran silahkan dicentang, tapi kalau hanya untuk sekali bayar ga perlu dicentang    Pilih lanjutkanSelanjutnya akan muncul menu rincian tagihan BPJS kita ( sengaja saya block supaya ga ketahuan  ketah…