Skip to main content

Begini respon yang sebaiknya dilakukan orang tua saat mengetahui anaknya berbohong

Cerita suatu sore saat saya pulang kerja, sambil memperlihatkan kuku tangannya yang (kata orang jawa) guntingnya ke ngepok en Ara bilang begini :

Ara      : “Aduhhh jariku sakit ami”
Saya    :“Kenapa nak?”
Ara      : “Iya tadi kukuku dipotongin sama Ustadzah”
Saya    : “Lho, kan kukunya mbak Ara sudah bersih dan pendek, kenapa masih digunting sama Ustadzah? Ya sudah besok ami ngomong sama Ustadzah ya nak”

Beberapa menit kemudian

Ara      : “Ami bukan Ustadzah yang potongin kukuku tapi Arjun”
Saya    : “ Lho kok bisa? Pakai apa?
Ara      : “Pakai gunting yang buat motong kertas”
Saya    : “Mbak Ara kok mau kukunya digunting temannya? Kalau kena jarinya terus berdarah gimana? Besok ami bilangin ke Ustadzah ya biar mamanya Arjun dikasih tau”
Ara      : “Oohhh bukan bukan, bukan Arjun tapi Vano”

Waduhh (sambil garuk-garuk kepala) yang seperti ini saya lumayan sering temuin, Ara berbohong untuk hal-hal tertentu yang mungkin menurut dia saya pasti akan marah kalau dia jujur. Memang awal-awal saya selalu meledak begitu mendengar cerita bohongnya, tapi seiring waktu saya mulai belajar kenapa sih anak saya ini suka menceritakan hal-hal yang tidak sebenarnya pada saya? Apakah saya galak? Apakah intonasi suara saya membuat dia tidak nyaman?

Dan ternyata jawabannya IYA, disitu saya merasa sedih. Oalah ternyata saya galak ya, ternyata anak saya tidak nyaman ya saat berbicara jujur pada saya. Setelah saya banyak membaca litelatur, banyak curhat kesana kemari tentang tumbuh kembang anak, lambat laun sikap saya perlahan juga bisa berubah. Jadi, buat ayah dan bunda yang anaknya saat ini masih suka berbohong, jangan galau yaa, belajar dulu kekurangan diri kita dan jangan selalu menyalahkan anak.

Sebenarnya fase usia berbohong pada anak itu antara 6-10 tahun atau biasa disebut Kids Lying. Tenang aja, kids lying ini bukan kebiasaan kok bahkan wajar terjadi pada anak-anak. Pada fase ini seorang anak belajar berbohong sebagai bentuk mempertahankan dirinya. Biasanya hal ini terjadi pada situasi yang mendesak dan si anak takut dimarahi orangtua nya. Tapi dengan adanya kids lying ini si anak juga akan lebih terasah kemampuan problem solvingnya, dengan catatan tidak terus menerus hingga jadi kebiasaan yaa. Kita sebagai orang tua juga harus peka membaca anak kita, apakah yang dia katakan itu benar adanya ataukah dia sedang menyembunyikan sesuatu.

Lantas apa donk yang harus saya lakukan saat mengetahui bahwa anak saya sedang berbohong?

Yang pasti sikap kita harus tenang dulu, emosi itu manusiawi tapi harus terkontrol ya. Nah saat kita menangkap basah anak kita sedang berbohong, terima saja dulu, dengarkan semua “cerita” versi dirinya. Setelah itu gali informasi dari sumber-sumber lain kalau perlu, jika memang kenyataannya anak kita berbohong, ajak lagi dia berbicara. Dan jangan pernah mengucapkan kalimat “Kamu bohong ya??” bisa-bisa si anak makin menjadi bohongnya, karangan indahnya semakin berkembang kemana-mana.

Misalnya dia dapat nilai ulangan jelek, bu gurunya mewajibkan orang tua menandatangani kertas ujian yang sudah ada nilainya tadi. Karena takut kita marahi, si anak biasanya akan mencari orang yang lebih cuek terhadap dirinya, misalnya ke kakek atau neneknya. Oh iya, saya dulu pernah juga melakukan kids lying, nilai ujian saya tanda tangani sendiri akhirnya ketauan juga sama bu guru dan besoknya ibu saya dipanggil ke sekolah. Anyway yukk kembali ke masa sekarang, kalau anak kita ketahuan bohong nih masalah nilai ujian kita ajak bicara saja dia. Kita bilang kalau tidak masalah nilai kamu jelek, itu berarti adek kurang belajarnya. Kalau adek mau dapat nilai bagus ya belajarnya harus ditingkatkan lagi, kurangi waktu mainnya ya nak jadi lain kali kalau ada ujian nilainya bisa bagus.

Yakin deh, anak kita pasti lebih semangat belajarnya ketimbang setelah kita omeli karena nilai ujianya jelek ditambah ketahuan berbohong. Apalagi diusia sekolah dasar dimana seorang anak mulai membangun pribadinya, kita harus benar-benar memahami perkembangannya. Ditambah saya sebagai ibu yang juga bekerja, harus pintar mencuri waktu untuk bisa berinteraksi dengan anak. Dekat dengan anak bukan berarti 24 jam 7 hari selalu “ngintili” yaa, bukan. Dekat dengan anak berarti kita memahami pribadinya, keinginannya, dan kebutuhannya.

Intinya, jadilah sahabatnya, jadilah orang yang paling bisa membuat anak kita nyaman berbicara niscaya tidak akan ada kebohongan yang akan dilakukan oleh anak kita. Dan satu lagi, berilah contoh yang baik, jangan berbohong kalau tidak mau dibohongi.


Happy Parenting ^_^


Comments

Popular posts from this blog

Awas..Jangan buang struk belanja kamu !!! BAHAYA

Pasti pernah belanja kan? Atau makan direstoran? Pasti pernah donk, selama ini setelah belanja atau makan struknya dikemanain? Kalau saya sih dibuang…tapi itu dulu. Sekarang sudah ada aplikasi yang bisa membuat struk belanja atau makan kita menjadi uang. Kalau saya pasang 2 aplikasi yang platformnya sama hanya cara konversinya yang berbeda. Snapcart dan Manis yang dua-duanya sudah saya rasakan sendiri manfaatnya.
Snapcart
Hal utama yang harus kita perhatikan saat akan mengunggah foto di snapcart adalah pastikan struk pembelanjaan terlihat jelas dan ketika posting foto lakukan perbagian dari atas sampai bawah, karena bisa nambah foto untuk 1 struk pastikan ketika kita foto tulisan belanjaannya apa terlihat jelas ( nama barang, jumlah barang, harga barang, total belanja, tanggal dan waktu belanja ). Pastikan detil informasi mengenai toko ( nama toko, alamat toko ) juga terlihat jelas dan struk tidak sobek.
Selain lewat barang belanjaan, kita juga bisa nambah cashback lewat snaptastic, fi…

Rapet Wanita, andalanku agar bisa jadi seperti Mimi Lan Mintuno

Mimi Lan Mintuno, pada hakikatnya adalah sepasang hewan jantan dan betina yang sejak masa Devon ( 400-250 juta tahun yang lalu ) tidak berubah bentuknya. Sehingga didalam filosofi Jawa untuk menggambarkan pasangan abadi dan serasi selalu digambarkan sebagai “ Mimi lan Mintuno” Dan kenapa juga dalam filosofi Jawa melambangkan hewan ini, pernah tau Mimi ? Atau bahkan mungkin sudah pernah makan telurnya? Bagi yang sudah pernah pasti tahu kalau Mimi telurnya banyak banget, kurang lebih 20.000 telur dikeluarkan dalam sekali masa reproduksi. Jadi, selain lambang kesetiaan dan cinta abadi, Mimi lan Mintuno ini juga sebagai lambang kesuburan.
Tapi kali ini saya tidak akan membahas filosofi ini, saya mau membagikan pengalaman saya setelah rutin minum jamu tradisonal yang dikemas modern dari Mustika Ratu yang diberi nama “ Rapet Wanita “ Awal saya tertarik minum jamu ini setelah saya browsing di asmaraku.com dan membaca beberapa review produk jamu untuk wanita. Dari banyak review yang saya baca …

Toko Pelangi yang pelayanannya tak seindah Pelangi

Bagi warga Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya pasti tahu toko Pelangi, toko yang menjual ATK yang cukup lengkap yang punya cabang dibeberapa lokasi di kota Surabaya dan Sidoarjo. Ami pun termasuk pelanggan setia yang selalu belanja ATK maupun perlengkapan sekolah Ara disana. Selain lengkap harga disana juga lebih murah dibanding toko buku lainnya.


Namun pengalaman semalam membuat ami enggan belanja kesana lagi, oh iya yang lagi kita bicarakan ini cabang toko Pelangi yang ada di Krian-Sidoarjo. Kemarin pas pulang kerja sekitar jam 17.15 ami mampir kesana karena Ara minta dibelikan buku mewarnai dan orotan. Karena ami sudah tahu letak bukunya ada dimana ami langsung ambil 6 buku dan langsung ke etalase tempat orotan. Nunggu gak lama datang satu SPG nya dan ami langsung pilih 2 orotan kenko. Lha kok habis ambilin orotannya si SPG ngacir gitu aja. Sabar nih ami coba tungguin, padahal ami udah bilang kalo udah ini aja belanjaannya. Ami tau kalo disana SPG nya harus nulis di nota apa aja yang…