Pelayanan Customer Care Unilever yang Ciamik Soro

Jujur, saya tergolong orang yang “suka complain” dalam artian ketika saya membeli suatu produk atau jasa dan kemudian produk atau jasa tersebut tidak sesuai dengan apa yang seharusnya saya pasti akan langsung bereaksi. Seperti pada beberapa saat lalu, tepatnya di tanggal 16 Oktober 2016 saya membeli 2 pcs Rexona stick advance whitening di Indomaret Mastrip 49B Surabaya. Waktu itu saya belinya malam hari dan memang setiap beli produk ini tidak pernah saya buka on the spot karena saya yakin pasti tidak ada masalah, saya juga sudah cukup lama menggunakan produk ini.

Keesokan paginya ketika mau saya pakai, seperti biasa saya buka tutup cover putih yang biasanya menutupi bagian atas, saya naikkan sedikit rollernya sebelum saya pakai. Tapi saya cukup kaget begitu mau saya pakai kok jatuh sticknya. Saya langsung cek donk kenapa, biasanya stick nya itu menyatu dengan cangkangnya tapi yang ini kok enggak. Saya cek juga yang lainnya, karena semalam kan saya beli 2 pcs dan ternyata sama juga. Bahkan kalau dilihat secara kasat mata tingginya tidak seperti biasanya, ini tipis banget dan saking penasarannya sampai saya ukur pakai penggaris ternyata tingginya hanya 80 mm.



Langsung saya foto keduanya sebagai dokumentasi dan bukti ketika saya akan complain nantinya. Sampai kantor saya langsung kirim email ke suara.konsumen@unilever.com tanggal 17 Oktober 2016 jam 07.55 dengan detil sama persis seperti yang saya alami tidak kurang dan tidak lebih. Saya hanya inin tahu apakah ada perubahan spesifikasi produk atau memang ada kesalahan produksi dan kenapa sampai lolos quality control? Tentunya dengan melampirkan bukti-bukti foto yang ada, kan katanya no picture = Hoax :) Bagi yang belum pernah menghubungi suara konsumen Unilever, selain via email bisa juga telpon ke 0-800-1-558000 atau 021-52995299 ( bagi pengguna handphone - pulsa bayar )

Keesokan harinya saya langsung ditelpon customer service Unilever, intinya sih sama minta saya menceritakan kembali kronologi kejadiannya. Saya diminta untuk menyiapkan 2 produk yang saya complain untuk di pick up kurir dari Unilever keesokan harinya. Dan sebagai ganti saya akan diberi eVoucher Alfamart senilai Rp 50.000,- OK saya siapkan produknya, saya titipkan di satpam kantor dan benar keesokan harinya langsung di pick up.


Gak pake lama, tanggal 20 Oktober 2016 langsung masuk 2 kode eVoucher masing-masing senilai Rp 25.000,- lumayan lah buat ganti beli Rexona stick advance whitening nambah Rp 2.500,- dapat 3 pcs dan itu saya juga dikirimi surat dari Consumer Engagement Unilever bahwa sample produk yang saya complain sudah diterima dan tata cara penggunaan eVoucher Alfamartnya.

Saya kira sudah selesai namun kemarin kok ada security antar surat ke meja saya, saya lihat kok dari Unilever lagi, ada apa ya? Ternyata itu surat tindak lanjut dari hasil investigasi complain saya yang lalu, intinya surat tersebut menyebutkan bahwa akan dilakukan peningkatan control untuk menjaga kualitas produk mereka.



Ya saya tahu dengan adanya complain dari saya pasti nilai K.P.I ( Key Performance Indicator ) Quality Control mereka pasti akan turun nilainya, saya tahu karena saya yang bagian input nilai K.P.I di tempat kerja saya, namun tujuan saya adalah mengedukasi konsumen bahwa kita berhak mendapatkan apa yang kita beli sesuai dengan spesifikasi produk yang kita beli, tidak kurang dan tidak lebih.

Dan saya sangat puas dengan pelayanan yang diberikan customer care Unilever, selain cepat, tanggap juga bagus koordinasinya dengan department terkait. Seandainya semua layanan pelanggan produk yang lain sama standardnya dengan apa yang dilakukan customer care Unilever. Karena menjaga brand image sangat penting, apalagi saat ini dengan adanya media sosial semakin memudahkan konsumen untuk berbagi pengalaman dalam menggunakan suatu produk.

                            

Kopdar Blogger Jatim x Go Fun Bojonegoro

Kopdar Blogger Jatim
" From Zero To Hero "


Sekitar hari kamis saya baca postingan di IG akan diadakan kopdar blogger Jatim sekaligus grand opening Go Fun di Bojonegoro. Langsung deh jari ini mengetik url untuk registrasi di website Blogger Bojonegoro, dan hari Sabtu dini hari pas terbangun dari mimpi indah seperti biasa HP lah yang pertama kali dibuka setelah mata, lhaa kok ada SMS pemberitahuan bahwa saya terpilih menjadi salah satu peserta untuk menghadiri acara tersebut. Senang donk, pertama kali nih saya ke kota Bojonegoro, kota kelahiran almarhum kakek saya.

Sabtu malam saya sudah mempersiapkan kira-kira apa nih yang mau saya bawa, Handphone tentu yaa, power bank gak boleh ketinggalan, kamera DSLR yaa boleh lah untuk menunjang kualitas gambar yang akan saya ambil nantinya, dan tentu saja perintilan-perintilannya  Ara karena nanti rencananya saya mau bawa pasukan lengkap nih mulai ibu, anak, dan suami.

Karena ibu lagi nginap dirumah Surabaya, dari Legundi kami berangkat sekitar jam 8 pagi. Ternyata harus mampir ke rumah sakit dulu karena ibu mau jenguk tetangga yang sedang opname disana. Rundown acara sudah diemail oleh panitia sehari sebelumnya, dan dari rundown tersebut harusnya saya sudah harus datang sebelum jam 13.30. Tapi,,, kami baru menuju ke Bojonegoro sekitar jam 11.45 dan ternyata setelah saya buka google map jarak dari Tambak Rejo Surabaya ke Pendopo Bojonegoro pas 110 KM dengan perkiraan waktu tempuh 2 jam 17 menit, which is kami baru akan sampai di Bojonegoro sekitar jam 2. Oh no, saya paling benci kalau ikut acara dan telat, ibaratnya mau nonton film tapi udah keputar beberapa menit. Hilanglah rangkaian cerita yang seharusnya utuh saya lihat dan gak ngerti awal ceritanya.

Dan,,,, karena keasyikan ngobrol, kami yang seharusnya masuk dari pintu tol Dupak malah masuk dari pintu tol Perak, alhasil makin muter-muterlah. Keluar di pintu tol Darmo di Mayjen Sungkono kami putar balik lagi dan cusss melanjutkan perjalanan.
Keluar pintu tol Kebomas – Gresik kami melanjutkan perjalanan via Lamongan, Babat, dan akhirnya masuk juga ke kabupaten Bojonegoro. Sebenarnya abi maunya mampir sebentar di Babat mau beli wingko, hedehh udah jam setengah 2 nihh gak cukup waktunya malah semakin terlambat nanti datang ke acara.

Sekelumit gambaran kantor baru Pemkab Bojonegoro 


Dengan arahan Google map akhirnya kami sampai juga di pendopo balai kabupaten Bojonegoro, dan memang benar acara sudah dimulai. Di meja registrasi saya langsung disambut panitia-panitia yang sangat welcome. Setelah diberi snack dan air minum saya langsung bergabung dengan teman-teman lainnya. Tidak berselang lama kami semua diajak untuk berkeliling ke gedung baru pemkab Bojonegoro. Disambut oleh ibu Rizki dari Dishub Kominfo Pemkab Bojonegoro yang sekaligus sebagai tour guide kami sore itu.

Dimulai dari lantai 1 sebagai pintu gerbang masyarakat Bojonegoro maupun masyarakat umum untuk bisa melihat perkembangan kota Bojonegoro dari masa ke masa, dari mulai ekonomi, kondisi alam, sampai inovasi teknologi semua disajikan dalam bentuk aneka poster dinding. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempunyai 1 program yang dinamakan “Transparansi Pemerintahan Desa” dimana 1 langkah kecil ini nantinya akan membawa perubahan besar yaitu Kejujuran.

Naik kelantai dua kita kembali bisa melihat disepanjang dindingnya beraneka poster, namun disini kebanyakan isinya tentang laporan keuangan serta kegiatan yang telah dilakukan dinas-dinas yang ada di pemerintahan kabupaten Bojonegoro. Dan yang sangat mengagumkan, pertumbuhan perekonomian Bojonegoro di tahun 2016 ini naik 19,2%.

Dari lantai 2 kita menuju ke lantai 7, disana kami masuk ke sebuah ruangan yang disebut Ruang Produktif , dimana setiap harinya Kang Yoto, panggilan akrab bupati Bojonegoro Drs. Suyoto M.Si, bertemu dengan staf dan ahli-ahlinya yang membantu beliau untuk mengembangkan kabupaten Bojonegoro dari segala aspek. Disana kami juga diputarkan sebuah video pendek sebagai portofolio yang selalu dibawa untuk memperkenalkan kabupaten Bojonegoro ke khalayak ramai baik didalam maupun diluar negeri.

Bahkan lewat teknologi informasi, anak muda Bojonegoro turut menciptakan beberapa aplikasi maupun portal website yang bisa diakses masyarakat, baik itu pengaduan, informasi keuangan, informasi beasiswa, informasi lapangan pekerjaan, dan lain-lain yang tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan aspirasinya. Namun, dengan kesadaran bahwa tidak semua masyarakat bisa mengakses teknologi informasi lewat internet, Kang Yoto juga membuka layanan SMS yang bahkan layanan tersebut langsung tersambung ke telpon genggam pribadi beliau. Bahkan, Bojonegoro adalah yang pertama di Indonesia yang memiliki Dewan IT.

Oh ya, ada 1 lagi nih program yang dijalankan Pemkab Bojonegoro, namanya “Sehari Menjadi Bupati” Program ini memberi kesempatan bagi masyarakat Bojonegoro yang dianggap berprestasi untuk menjadi Bupati dalam arti kata sesungguhnya. Ya mulai dari memimpin rapat sampai dengar pendapat. Seru yah programnya, membiarkan masyarakat tahu bahwa tidak mudah lho menjadi seorang Bupati itu. Banyak yang harus dipikirkan dan dilakukan untuk memajukan daerah yang dipimpinnya.

Narsis bareng teman-teman blogger


Nampaknya bapak Bupati sudah siap menemui kami, jadi kami dipersilahkan untuk kembali ke Pendopo. Disela waktu menunggu kami diberi waktu untuk saling mengenalkan diri, ternyata yang hadir beragam ada yang masih duduk dibangku SMA, ada yang bawa anak seperti saya, dan yang seru seperti namanya Kopdar blogger Jatim, yang datangpun dari banyak kota seperti Tuban, Ngawi, Malang, Jombang, Sidoajo, Surabaya, dll. Kalau saya perhatikan teman-teman yang hadir kebanyakan baru belajar apa sih itu nge blog, bagaimana sih menjalin relasi ketika meet up dengan blogger dan nara sumber.

Sedikit kata yang menginspirasi dari Kang Yoto

Dan tibalah Kang Yoto dengan batik merahnya, jujur saya baru tau siapa tu Kang Yoto dan juga prestasi yang sudah ditorehkan beliau kali ini. Lewat bahasanya yang lugas apa adanya beliau menceritakan prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan Kabupaten Bojonegoro yang sudah mendapat pengakuan baik di Indonesia maupun dikancah manca Negara.

Banyak sekali kalimat-kalimat beliau yang sangat inspiratif, seperti saat beliau pertama kali menjabat sebagai Bupati Bojonegoro yang kala itu adalah daerah minus. Beliau yang putra daerah ingin menjadi Pemain, yang memberikan peran untuk mengangkat derajat tanah kelahirannya. Bukan hanya From Zero to Hero  tapi from minus to zero dan melanjutkan kembali hingga menjadi growth and becoming hero. Beliau melihat masalah yang menyelimuti Bojonegoro selama ini sebagai sebuah peluang untuk berkarya, dan beliau juga selalu melihat akar masalahnya apa tidak hanya melihat kulitnya saja.

Saat ini Kabupaten Bojonegoro bahkan menjadi kota percontohan bagi banyak kota diberbagai Negara, bahkan sampai ada yang membuat sebuah buku yang berjudul Leading From The Emerging Future yang idenya berasal dari kemajuan yang dicapai Pemkab Bojonegoro. Tidak ada sesi tanya jawab karena Kang Yoto harus segera berangkat untuk grand opening Go Fun, salah satu karya yang juga patut dibanggakan, sebagai destinasi wisata baru dikota Bojonegoro, Theme Park pertama dan diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Bojonegoro.

Chandelier di Pendopo Pemkab Bojonegoro

Selesai acara foto bersama kami dipersilahkan untuk naik kelantai 8 gedung baru Pemkab Bojonegoro, dan setelah sampai diatas sana saya jadi ingat North Quay yang ada di Surabaya. Diarea open space lantai 8 tersebut terhampar rumput sintetis dan sejauh mata memandang kita bisa melihat dan menikmati pemandangan kota Bojonegoro. Apalagi kalau sunset seperti ini, dibayangkan seandainya saya duduk diatas sana dengan secangkir teh hangat, laptop dan ditemani lagu-lagu dari Payung Teduh, wah pasti bakal banyak kata yang menari dari jemari saya. Mau donk Kang Yoto saya direkrut jadi tim kreatif di Pemkab Bojonegoro, modus biar tiap sore bisa nongkrong diatas lantai 8, hehehehehe.

View dari lantai 8


Adzan Maghrib sudah berkumandang, kami dipersilakan turun untuk sholat dan makan malam. Alhamdulillah menunya suka banget, menu standard nasi kotak sih cuma karena efek lapar menu apapun dadi lan enak e. Oh iya, abi, ara, sama ibu sudah ada di Go Fun, abi sama ara beli tiket terusan sementara ibu hanya beli tiket masuk saja karena beliau gak mungkin lahh naik wahana-wahana yang ada disana.

Selesai makan kami semua bersiap menuju ke Go Fun, dengan berbekal 1 tiket masuk yang tadi sudah dibagi mbak Nova kami semua naik kendaraan yang sudah disiapkan panitia. Dekat kok jarak dari Pemkab Bojonegoro ke Go Fun, sekitar 5 menit berkendara. Dilihat dari luar sebenarnya tidak jauh beda dengan Surabaya Night Carnival atau BNS. Karena kami semua didrop didepan kami langsung bisa menikmati aneka lampion dan lampu hias yang ada. Disisi kanan sudah ada loket yang bisa dituju, untuk HTM saat ini kalau tiket masuk saja Rp 40.000 sedangkan untuk pembelian tiket terusan harganya Rp 70.000. Sebelum masuk security akan cek dulu nih isi tas kita, gak boleh bawa air mineral, minuman, maupun makanan karena didalam juga sudah dibuka banyak stand aneka makanan dan minuman yang harganya affordable.


Berdasarkan kiriman WA dari abi tadi, sebelum kami datang sudah dilakukan grand opening oleh Kang Yoto secara simbolis dengan pelepasan balon, selain itu juga ada parade kostum dan marching band. Sepertinya seru yaa, sayank banget kami tidak bisa menikmatinya. Setelah masuk kami dipersilahkan menikmati apa yang ada di Go Fun. Ara langsung menyambut saya dengan pelukannya, dia bercerita kalau sudah naik kereta cowboy 2x dan rencananya bakal naik lagi. Dia juga cerita tadi abinya naik sapi ( Rodeo ) dan alhasil abi ngos ngosan plus badannya pegal-pegal. Makanya tohh sayank ku olah raga biar fit dan sehat.

Oh iya, meskipun kita tidak membeli tiket terusan kita bisa menikmati wahana sesuai keinginan kita dengan membeli tiket satuan. Harganya juga cukup terjangkau, dari 43 wahan yang ada disini harganya untuk Midway Games rata-rata Rp 3.000 per wahana, sementara untuk rides dan attraction harganya antara Rp 5.000 – Rp 15.000 Tapi kalau saran saya sih mending beli yang terusan yaa karena kalau dihitung-hitung jatuhnya sangat hemat.

"Kubah Cinta" sooo instagrammable

Untuk makanan harganya standar tempat wisata, antara Rp 10.000 sampai Rp 25.000 sedangkan minuman harganya antara Rp 5.000 sampai Rp 15.000 dan ragamnya juga banyak, dari masakan Asia, Eropa, sampai jajanan khas Amerika juga ada. Tidak hanya stand makanan-minuman tapi disini juga banyak dibuka stand yang menjual aneka kerajian serta ada beberapa stand komunitas.

Permainan ketangkasan juga cukup banyak, dan yang seru mas dan mbak penjaga stand nya sangat atraktif. Pengunjung yang bermain diberi semangat, disoraki, bahkan ditantang untuk bisa memenangkan hadiah-hadiah yang bisa dimenangkam. Macam-macam hadiahnya, mulai makanan dan minuman ringan sampai boneka.


Hari itu selain kopdar dengan sesama blogger juga ada lomba live tweet dengan #DuniaGoFun dan #JatimProduktif Pengalaman mengikuti live tweet dibanyak event sebelumnya, ada 2 jenis yang bisa saya ambil kesimpulan, tweet by Quantity dan tweet by Quality. Kalau di seminar biasanya penilaian live tweet nya by Quality, seberapa valuable tweet yang kita kicaukan selama acara berlangsung. Dan kalau acara kopdar biasanya penilaian live tweet nya by Quantity, meskipun kadang kicauannya gak ada isinya (nyampah) yang penting banyak ya itu yang menang. Kalau saya selama ikut live tweet yang Alhamdulillah kebanyakan bawa amplop saat pulang, tidak perduli mau quality atau quantity, apa yang saya kicau kan ya itu isinya harus merepresentasikan apa yang sedang terjadi saat event yang saya ikuti berlangsung. Nah, ini sedikit masukan bagi pengelola Go Fun, mohon disediakan WiFi karena dari 3 provider yang saya pakai, mulai Telkomsel, Tri, dan XL
semuanya susah sinyal. Bener sinyalnya H+ tapi cuma abal-abal, BBM aja menyambungkan. Jadi saya kalau nge tweet mesti jalan-jalan dulu cari spot yang bisa nangkap sinyal internet. Padahal penting banget lhoo, dengan semakin banyaknya orang check in place atau posting foto di media sosial tentunya secara tidak langsung jadi sarana promosi gratis.

Sekitar jam 20.30 tibalah waktu pengundian Super Grand Price Go Fun Bojonegoro berupa 1 unit mobil Ayla. Program undian ini dalam rangka menuju Grand Opening dari Soft Opening disekitar bulan Agustus lalu, dari tiket masuk para pengunjung yang sudah menggunung diambillah 1 nama yang beruntung, Bapak Supriadi, pria beruntung asli Bojonegoro inilah jawaranya. Namun sayang saat ditelpon secara langsung oleh Kang Yoto tidak diangkat, namun tak mengapa karena mobil Ayla tetap menjadi haknya.

Diarea panggung utama ternyata ada 1 atraksi yang cukup menarik, namanya Dancing Fountain alias Air Mancur Bergoyang. Sebelum kami datang atraksinya sudah dimulai, saya tahunya juga dari kiriman foto dari abi. Dan kemarin juga ditampilkan lagi setelah penampilan Raisa usai. Berbicara Raisa, malam itu seperti biasa adikku itu cuantik sangat. Pakai baju pink dengan rambut cepolnya, saya yakin dia keringatan dan makin cantik lah dia. Jadi ingat waktu event Bank Mandiri beberapa tahun lalu, saya bisa lihat Raisa hanya berjarak beberapa meter dan itu semakin berkeringat semakin cantik. Kok bisa ya bapak ibunya punya anak secantik itu, nanti saya bakal minta resepnya ahh buat adiknya Ara, hehehehe

Raisa membuka malam dengan Serba Salah eitssss bukan serba salah karena baru pertama kali dia tampil di Bojonegoro lho ya. Lanjut Tentang Cinta, Pemeran Utama, dan beberapa lagu mellow lainnya yang membuat malam itu seisi Go Fun paduan suara menyanyikannya. Ahh sudah cukup deh baper nya dilanjut doi dengan lagu yang nge beat “Bye Bye” beberapa lagu sukses Raisa dan ditutup dengan single anyar nya Kali Kedua. Mantap bener sajian hari itu, dan ditutup dengan kebahagiaan lain dimana saya dinyatakan sebagai juara kedua lomba live tweet dan bisa membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp 750.000 dan juga goody bag dari Go Fun.

Penyerahan hadiah secara simbolis


Jam sudah menunjukkan 23.00 waktunya kembali ke rumah karena besok kami sudah harus beraktivitas. Perjalanan dari Bojonegoro menuju ke Legundi memakan waktu sekitar 2 jam, sampai rumah sekitar jam 1 malam. Yang saya tahu ada beberapa teman blogger yang menginap di basecamp blogger Bojonegoro karena memang sudah larut waktu selesainya acara. Dan pengalaman hari ini sungguh sangat berkesan buat kami, terima kasih untuk panitia, Blogger Bojonegoro yang sudah menjadi tuan rumah, Kang Yoto atas restunya hingga acara ini terselenggara, Pemkab Bojonegoro, dan juga Go Fun selaku sponsor acara ini.



Bojonegoro MATOH !!!

Begini respon yang sebaiknya dilakukan orang tua saat mengetahui anaknya berbohong

Cerita suatu sore saat saya pulang kerja, sambil memperlihatkan kuku tangannya yang (kata orang jawa) guntingnya ke ngepok en Ara bilang begini :

Ara      : “Aduhhh jariku sakit ami”
Saya    :“Kenapa nak?”
Ara      : “Iya tadi kukuku dipotongin sama Ustadzah”
Saya    : “Lho, kan kukunya mbak Ara sudah bersih dan pendek, kenapa masih digunting sama Ustadzah? Ya sudah besok ami ngomong sama Ustadzah ya nak”

Beberapa menit kemudian

Ara      : “Ami bukan Ustadzah yang potongin kukuku tapi Arjun”
Saya    : “ Lho kok bisa? Pakai apa?
Ara      : “Pakai gunting yang buat motong kertas”
Saya    : “Mbak Ara kok mau kukunya digunting temannya? Kalau kena jarinya terus berdarah gimana? Besok ami bilangin ke Ustadzah ya biar mamanya Arjun dikasih tau”
Ara      : “Oohhh bukan bukan, bukan Arjun tapi Vano”

Waduhh (sambil garuk-garuk kepala) yang seperti ini saya lumayan sering temuin, Ara berbohong untuk hal-hal tertentu yang mungkin menurut dia saya pasti akan marah kalau dia jujur. Memang awal-awal saya selalu meledak begitu mendengar cerita bohongnya, tapi seiring waktu saya mulai belajar kenapa sih anak saya ini suka menceritakan hal-hal yang tidak sebenarnya pada saya? Apakah saya galak? Apakah intonasi suara saya membuat dia tidak nyaman?

Dan ternyata jawabannya IYA, disitu saya merasa sedih. Oalah ternyata saya galak ya, ternyata anak saya tidak nyaman ya saat berbicara jujur pada saya. Setelah saya banyak membaca litelatur, banyak curhat kesana kemari tentang tumbuh kembang anak, lambat laun sikap saya perlahan juga bisa berubah. Jadi, buat ayah dan bunda yang anaknya saat ini masih suka berbohong, jangan galau yaa, belajar dulu kekurangan diri kita dan jangan selalu menyalahkan anak.

Sebenarnya fase usia berbohong pada anak itu antara 6-10 tahun atau biasa disebut Kids Lying. Tenang aja, kids lying ini bukan kebiasaan kok bahkan wajar terjadi pada anak-anak. Pada fase ini seorang anak belajar berbohong sebagai bentuk mempertahankan dirinya. Biasanya hal ini terjadi pada situasi yang mendesak dan si anak takut dimarahi orangtua nya. Tapi dengan adanya kids lying ini si anak juga akan lebih terasah kemampuan problem solvingnya, dengan catatan tidak terus menerus hingga jadi kebiasaan yaa. Kita sebagai orang tua juga harus peka membaca anak kita, apakah yang dia katakan itu benar adanya ataukah dia sedang menyembunyikan sesuatu.

Lantas apa donk yang harus saya lakukan saat mengetahui bahwa anak saya sedang berbohong?

Yang pasti sikap kita harus tenang dulu, emosi itu manusiawi tapi harus terkontrol ya. Nah saat kita menangkap basah anak kita sedang berbohong, terima saja dulu, dengarkan semua “cerita” versi dirinya. Setelah itu gali informasi dari sumber-sumber lain kalau perlu, jika memang kenyataannya anak kita berbohong, ajak lagi dia berbicara. Dan jangan pernah mengucapkan kalimat “Kamu bohong ya??” bisa-bisa si anak makin menjadi bohongnya, karangan indahnya semakin berkembang kemana-mana.

Misalnya dia dapat nilai ulangan jelek, bu gurunya mewajibkan orang tua menandatangani kertas ujian yang sudah ada nilainya tadi. Karena takut kita marahi, si anak biasanya akan mencari orang yang lebih cuek terhadap dirinya, misalnya ke kakek atau neneknya. Oh iya, saya dulu pernah juga melakukan kids lying, nilai ujian saya tanda tangani sendiri akhirnya ketauan juga sama bu guru dan besoknya ibu saya dipanggil ke sekolah. Anyway yukk kembali ke masa sekarang, kalau anak kita ketahuan bohong nih masalah nilai ujian kita ajak bicara saja dia. Kita bilang kalau tidak masalah nilai kamu jelek, itu berarti adek kurang belajarnya. Kalau adek mau dapat nilai bagus ya belajarnya harus ditingkatkan lagi, kurangi waktu mainnya ya nak jadi lain kali kalau ada ujian nilainya bisa bagus.

Yakin deh, anak kita pasti lebih semangat belajarnya ketimbang setelah kita omeli karena nilai ujianya jelek ditambah ketahuan berbohong. Apalagi diusia sekolah dasar dimana seorang anak mulai membangun pribadinya, kita harus benar-benar memahami perkembangannya. Ditambah saya sebagai ibu yang juga bekerja, harus pintar mencuri waktu untuk bisa berinteraksi dengan anak. Dekat dengan anak bukan berarti 24 jam 7 hari selalu “ngintili” yaa, bukan. Dekat dengan anak berarti kita memahami pribadinya, keinginannya, dan kebutuhannya.

Intinya, jadilah sahabatnya, jadilah orang yang paling bisa membuat anak kita nyaman berbicara niscaya tidak akan ada kebohongan yang akan dilakukan oleh anak kita. Dan satu lagi, berilah contoh yang baik, jangan berbohong kalau tidak mau dibohongi.


Happy Parenting ^_^


Dimanakah peran “Ayah” ketika CERAI sudah diketuk palu Pengadilan Agama



Sejatinya Allah sangat membenci perceraian, namun tidak dapat dipungkiri angka perceraian masih cukup tinggi di Negara kita. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya perceraian, faktor utama biasanya karena ekonomi dan berujung ke orang ketiga. Kalau bercerainya belum ada anak sih ya sudah yaa dijalani saja sendiri-sendiri kehidupan setelah menjanda dan menduda. Tapi lain halnya ketika dalam perceraian tersebut ada anak yang harus tetap diberikan kasih sayang dan materi untuk pendidikan, tumbuh kembang, dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan saya ada 2 orang yang dekat dengan saya yang perkawinannya harus mengalami yang namanya proses perceraian, dan menurut saya “korban” sebenarnya dari adanya perceraian adalah anak. Sebelum saya ceritakan lebih detil ada baiknya kita tahu dulu dari sisi hukum, apa sih itu perceraian?

Undang-undang yang mengatur kasus perceraian adalah UU no.1 tahun 1974 : PUTUSNYA PERKAWINAN SERTA AKIBATNYA,
Pasal 38 menyebutkan bahwa perkawinan dapat putus karena :
  1. Kematian
  2. Perceraian dan
  3. Atas keputusan Pengadilan

Pasal 39 menjelaskan tentang :
  1. Perceraian hanya dapat dilakukan didepan siding pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak
  2. Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alas an, bahwa antara suami istri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami istri
  3. Tata cara perceraian didepan sidang pengadilan diatur dalam peraturan perundangan tersendiri

Pasal 40 menjelaskan tentang :
  1. Gugatan perceraian diajukan kepada pengadilan
  2. Tatacara mengajukan gugatan tersebut pada ayat (1) pasal ini diatur dalam peraturan perundangan tersendiri

Pasal 41 menjelaskan tentang akibat putusnya perkawinan karena perceraian ialah :
  1. Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak; bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, pengadilan berhak memberi keputusan
  2. Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu; bilamana bapak dalam kenyataan tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut
  3. Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas istri

Yang jadi sorotan utama saya disini adalah di pasal 41 ayat 2, karena selama ini yang saya lihat yaa mungkin sekitar 20% saja bekas suami yang mau memberi nafkah anak kandungnya. Seperti yang terjadi pada adik sepupu saya, bercerai diusia muda membuat seorang balita yang kala itu usianya 2 tahun harus kehilangan sosok seorang ayah. Memang dalam amar putusan hakim disebutkan bahwa bekas suami wajib memberikan nafkah bagi anak hasil pernikahan dengan bekas istrinya. Namun kenyataannya? Kalau kata ibu saya Pusss Meong, alias Nol besar. Awal awal perceraian saja dikirimi susu dan diapers buat keponakan saya, yaahh kurang lebih 5 bulanan lah lancar jaya. Namun menginjak bulan ke enam mulai lupa, nunggu ditagih dulu sama tante saya baru deh 3 kotak susu 900 gram dan 1 polybag diaper dikirim, itu tanpa tambahan uang lho yaa. Menginjak 1 tahun setelah bercerai hilang dehh itu kewajiban, bukannya si mantan suami ini gak mampu lho ya doi ini supervisor sebuah gedung pertemuan yang megah didaerah Blauran itu lhoo dan setelah diselidiki ternyata doi sudah kawin lagi. Ya sutra lupa deh sama anak kandungnya.

Kejadian kedua terjadi pada sahabat saya, padahal doi titel nya S.H dan pada proses pasca perceraian juga sudah membuat surat perjanjian didepan notaris agar si mantan suami tidak melupakan kewajibannya memberikan materi untuk 2 anak mereka. Tapi apa ujungnya? Jangankan memberi nafkah tiap bulan untuk 2 anaknya, cicilan rumah yang ditempati anak-anaknya gak dibayar 4 bulan sampai pihak bank datang mau nyita itu rumah. Dan gilanya, 4 atau 5 bulan setelah bercerai terdengar kabar kalau doi pindah ke Jawa Barat dan kawin lagi disana. Lantas sebagai wanita apa donk yang harus dilakukan agar para mantan suami ini tidak melupakan tanggung jawabnya pada anak-anak hasil pernikahannya?

Mau lapor ke Komnas HAM? Buang-buang waktu kalo kata teman saya, dari pada buat laporan kesana kemari ya sudah akhirnya para single mother ini memilih untuk berjuang dan bekerja sendiri demi menghidupi anak-anaknya.

Itu hanya dari sisi materi lho, padahal esensinya seorang anak yang sedang tumbuh dan berkembang pasti membutuhkan sosok seorang ayah. Kalau ayahnya meninggal sih ya sudah ya jelas ada kuburannya, lha ini ayahnya ada tapi entah dimana.

Padahal seharusnya berdasarkan Pasal 49 UU no.3 tahun 2006 jo. UU no.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, seorang mantan istri bisa mengajukan gugatan atas tidak dipenuhinya tunjangan anak ke pengadilan agama terdekat. Namun minimnya informasi membuat para wanita ini tidak tahu harus mengadu kesiapa, pendampingan biasanya dilakukan jika ada kekerasan atau sudah jadi sorot media. Apalagi kultur orang Jawa yang nedo nerimo, ya sudah ini nasibku, begitu katanya.

Ketika terjadi perceraian dan masa iddah istri sudah selesai memang mantan suami sudah tidak berkewajiban lagi memberi nafkah pada istrinya, tapi tidak putus kewajibannya pada anaknya. Nah, ini masalah lagi, masa iddah yang didalam Islam berlaku selama 3 bulan setelah putusan cerai dimana mantan suami masih berkewajiban memberi nafkah pada mantan istrinya. Ujung-ujungnya juga apa? Puss Meoong lagi, jarang ada mantan suami yang mau menafkahi mantan istri di masa iddah nya. Saya menulis bukan asal aja lho ya karena ini juga yang terjadi pada 2 orang terdekat saya yang pernah mengalami perceraian. Bahkan teman saya sampai “meminjamkan” uangnya buat mantan suaminya, jadi seolah-olah suaminya kasih uang didepan hakim untuk nafkah masa iddahnya agar putusan cerainya cepat keluar. Padahal masalah ini juga sudah disebutkan dalam Al-Qur’an

“Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut’ah menurut yang makruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa” (QS. Al-Baqarah ayat 241)

Bolehlah mantan suami dan mantan istri saling membenci atau pastinya tersakiti karena proses perceraian, tapi janganlah karena perceraian dan kebencian orang tua ditularkan pada anaknya, apalagi pada pasangan muda yang anaknya masih belum mengerti apa itu perceraian?

Dalam sebuah hadist juga disebutkan

“Seseorang dianggap melakukan dosa, jika dia menyia-nyiakan orang yang wajib dia nafkahi” (HR. ahmad 6845, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Jadi, dimanakah peran Ayah seharusnya setelah kedua orang tua bercerai? Seharusnya peran Ayah tetaplah menjadi seorang Ayah bagi anak-anaknya, yang wajib memberi kasih sayang serta menafkahi hingga anak tersebut sudah dewasa.

Semoga kita semua dihindarkan dari kata perpisahan dan perceraian, bersetialah dan jujurlah dalam mencintai dan berkomunikasi dengan pasangan kita, niscaya Allah S.W.T akan melapangkan rizki kita karena sesungguhnya Allah S.W.T membenci adanya Perceraian.