Travelling Ceria Berkat Tempra

by - September 19, 2016

Mempunyai hobi travelling sudah jadi kebiasaan saya dan suami bahkan sebelum kami berdua menikah, kini setelah hampir 7 tahun menikah dan mempunyai 1 orang putri yang berusia 5 tahun kebiasaan kami untuk berwisata masih tetap kami lakukan. Bahkan semenjak Ara, putri kami, berusia 4 bulan tepatnya di Desember 2011 kami sudah mengajaknya berwisata ke kota Malang dengan naik kendaraan umum. Maklum waktu itu kami masih belum mempunyai mobil pribadi, mau pakai motor kasihan nanti Ara nya masuk angin.

Hampir setiap bulan kami mengunjungi kota-kota disekitaran Jawa Timur, seperti Kediri, Blitar, Tulung Agung, Pulau Madura, Malang, Jember, Probolinggo, Banyuwangi, wah banyak banget kalau disebutkan satu persatu. Destinasi terjauh perjalanan keluarga kami ke Yogjakarta tahun 2014 naik kereta api dan ke Bali tahun 2015 lalu.



Tujuan kami mengajak Ara sedari kecil berwisata adalah agar dia mengenal budaya Indonesia yang sebenarnya, tidak hanya dari televisi atau mengunjungi mall dan main gadget tapi juga bisa berinteraksi secara langsung dengan sawah, laut, gunung, dan masyarakat disekitarnya. Dengan berwisata terutama wisata alam kami yakin kecintaannya pada Tuhan dan tanah airnya akan lebih terpupuk dengan sendirinya tanpa perlu kami paksakan.

Namun sebagai ibu saya harus mempersiapkan segala sesuatunya saat kami akan berwisata, terutama kebutuhan Ara. Hal utama yang saya siapkan adalah :
  1. Jaket dan beberapa pakaian yang nyaman ( tergantung mau kemana, kalau ke dataran tinggi yaa banyakin bawa celana panjang dan kaos lengan panjang, tapi kalau mau ke perkotaan atau ke pantai yaa lebih banyak bawa celana pendek dan kaos lengan pendek juga, tapi yang pasti bahannya harus dari katun yang nyaman )
  2. Obat penurun panas yang mengandung parasetamol seperti TEMPRA, dan ingat selalu cek tanggal kadaluarsanya jangan sampai niat kita menurunkan demam malah keracunan karena minum obat yang kadaluarsaThermometer digital dan manual, Kenapa kita harus sediakan keduanya? Yang pasti thermometer digital lebih akurat menunjukkan suhu 
  3. tubuh, namun namanya juga digital pasti pakai baterai. Lha, kalau kebetulan pas dibutuhkan ternyata baterainya habis gimana? Ya itulah fungsi thermometer manual.
  4. Kompres sekali pakai, kalau dirumah saya lebih sreg pakai kompres kain yang dicelup air hangat tapi kalau pas diperjalanan rasanya kok ribet ya dan kalau pakai kompres sekali pakai lebih praktis dan nempel terus didahi meskipun anaknya banyak gerak.
  5. Minyak telon yang mengandung anti nyamuk, nah kita kan nggak tahu nantinya ditempat kita menginap atau destinasi wisata kita banyak nyamuk dan serangganya atau nggak. Alangkah lebih bijak kalau kita mengoleskan minyak telon yang sekaligus mengandung anti nyamuk agar anak kita aman dari gigitan serangga.
  6. Air minum selalu saya bawa kemanapun kami pergi, saya biasanya bawa tumbler yang bisa diisi air panas atau dingin. Jadinya praktis, apalagi saat ini banyak minimarket yang menyediakan air panas gratis. Tinggal beli air mineral saja sudah terpenuhi kebutuhan cairan seluruh keluarga. Oh iya, perlu ibu dan ayah ingat saat bepergian asupan cairan jangan sampai berkurang yaa, karena salah satu penyebab meningkatnya suhu tubuh adalah kekurangan cairan.
  7. Mainan favorit Ara, yaa namanya juga anak-anak terkadang mereka merasa bosan diperjalanan atau dia malah gak kerasan ditempat kita menginap. Andalan saya biasanya ya mainannya, saya bawa secukupnya saja asal anaknya nyaman dan senang.
  8. Selimut yang tidak tebal, saya biasanya bawa selimut kain atau flanel karena bahannya yang cukup nyaman dan tidak terlalu tebal juga.
Beberapa benda WAJIB saat kami bepergian

Saat melakukan travelling kami lebih banyak berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum. Namanya juga anak-anak, Ara biasanya sangat senang dan bersemangat ketika kami berwisata. Terkadang karena kecapekan atau suhu udara yang berubah-ubah Ara jadi demam, disitu saya kadang merasa sedih. Perjalanan wisata yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi sedih karena kepikiran anak yang demam. Dan kalau sudah demam Ara sangat tidak menikmati perjalanan kami. Untunglah saya selalu menyediakan obat penurun panas dan teman-temannya seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Untuk obat penurun panas saya selalu mempercayakan pada TEMPRA, apalagi saat ini sudah ada travel size nya yang ukuran 30 ml, sehingga praktis dibawa kemana-mana, kebetulan kemarin kami beli diminimarket merah lagi ada promo, harga normalnya Rp 21.400 . Tapi saya selalu sedia yang ukuran 100 ml dirumah, selain sebagai persediaan harganya juga lebih ekonomis. Saya biasanya beli di apotek KF yang 100 ml harganya Rp 50.094 itu harga di Surabaya lho ya kemungkinan tiap kota bisa berbeda harganya.


Struk pembelian di apotek dan minimarket
Kenapa sih saya lebih memilih obat yang hanya mengandung paracetamol seperti TEMPRA dibandingkan obat penurun panas lainnya? Karena keunggulan yang dimiliki Tempra selain cepat menurunkan panas ada cukup banyak keunggulan yang lainnya, antara lain :
  1. Karena hanya mengandung Parasetamol sehingga aman dan ampuh untuk menurunkan demam anak, Tempra dipercaya oleh ibu dan direkomendasikan oleh banyak dokter anak terkemuka di Indonesia.
  2. Yang pasti tidak menimbulkan iritasi lambung karena sisa prosesnya langsung dibuang melalui ginjal sehingga aman untuk anak.
  3. Ini yang saya suka, karena tutupnya menggunakan teknologi CRC ( Child Resistance Cap ) Ara gak gampang tuh asal ambil terus minum sendiri, karena tutupnya tidak mudah dibuka oleh anak-anak.
  4.  Karena bentuknya sirup dan ada rasa Anggur serta Jeruk, anak-anak jadi suka jadinya gak perlu kejar-kejaran atau jejeritan kalau mau minum obat.
  5. Ingat ya, Tempra ini bukan suspensi tapi sirup. Jadi kita udah gak perlu tuh kocok-kocok lagi endapannya dan bentuknya yang cair bisa larut sempurna dalam pencernaan.
  6. Karena dilengkapi dengan gelas takar, kita bisa memberikan dosis yang TEPAT untuk anak kita tanpa mengira-ngira
Pada kemasan Tempra sudah dituliskan efek samping penggunaan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati dan reaksi hipersensitif. Nah, ini kembali lagi kepada kita sebagai orang tua yang harus bijak dalam memberikan obat-obatan pada anak. Tempra AMAN jika diberikan dalam dosis yang tepat, karena Tempra tidak meninggalkan residu di ginjal jika sekali lagi dosisnya tepat dan tidak berlebihan. Dikemasan pun sudah ditulis “Bila masih demam lebih dari 2 hari (48 jam) atau bila masih merasa sakit (nyeri) lebih dari 5 hari, hubungi dokter anda” Jadi yaa ibu dan ayah, Tempra ini fungsinya HANYA meredakan demam dan nyeri ringan saja bukan untuk mengobati penyakit yang sebenarnya. Jadi jangan salah kaprah ya, bukan berarti kalau suhu tubuhnya tidak turun berarti anaknya tidak cocok sama obatnya, bukannn. Berarti ibu dan ayah HARUS membawa buah hatinya ke dokter anak SEGERA untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.



Semoga sedikit tips travelling yang saya bagikan berdasarkan pengalaman kami bisa membuat perjalanan keluarga ibu dan ayah menjadi ceria. Dan jangan lupa sediakan selalu TEMPRA kapanpun dan dimanapun sikecil berada.


"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Taisho dan Blogger Perempuan Network. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi, tidak digunakan untuk menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan professional"


You May Also Like

11 comments

  1. Anak saya juga pakai Tempra bun...tenang deh klo ada Tempra

    ReplyDelete
  2. Tempra memang pas buat anak anak ya mbaa :)

    ReplyDelete
  3. Obat-batan buat anak-anak emang penting dibawa saat travelling. Soalnya anak2 emang kondisinya nggak bisa diprediksi kyk kita ya Grens.
    TFS tipsnya :D

    keluargahamsa(dot)com

    ReplyDelete
  4. Kalo bawa anak siap-siap banyak barang bawaan ya mbak...

    ReplyDelete
  5. wahh sejak bayi Ara sudah travelling, keren ih. jangan kecapekan ya Ara nanti bisa demam lho, untung mami pinter ya selalu sedia Tempra ^^

    ReplyDelete
  6. Waah Ara sudah jalan-jalan sejak kecil ya. Sama dong sama kakak Faris. Rekor jalan-jalannya umur dua bulan perjalanan naik kereta api Jogjakarta - Jakarta. Sama main ke puncak umur tiga bulan.

    ReplyDelete
  7. kalau bawa anak-anak liburan harus banyak persiapannya ya termasuk bawa obat

    ReplyDelete
  8. kalo mau travelling ama anak2 printilannya banyak banget ya mbak. obat2an merupakan salah satu item wajib yang harus dibawa

    ReplyDelete