Toko Pelangi yang pelayanannya tak seindah Pelangi

Bagi warga Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya pasti tahu toko Pelangi, toko yang menjual ATK yang cukup lengkap yang punya cabang dibeberapa lokasi di kota Surabaya dan Sidoarjo. Ami pun termasuk pelanggan setia yang selalu belanja ATK maupun perlengkapan sekolah Ara disana. Selain lengkap harga disana juga lebih murah dibanding toko buku lainnya.



Namun pengalaman semalam membuat ami enggan belanja kesana lagi, oh iya yang lagi kita bicarakan ini cabang toko Pelangi yang ada di Krian-Sidoarjo. Kemarin pas pulang kerja sekitar jam 17.15 ami mampir kesana karena Ara minta dibelikan buku mewarnai dan orotan. Karena ami sudah tahu letak bukunya ada dimana ami langsung ambil 6 buku dan langsung ke etalase tempat orotan. Nunggu gak lama datang satu SPG nya dan ami langsung pilih 2 orotan kenko. Lha kok habis ambilin orotannya si SPG ngacir gitu aja. Sabar nih ami coba tungguin, padahal ami udah bilang kalo udah ini aja belanjaannya. Ami tau kalo disana SPG nya harus nulis di nota apa aja yang kita beli, dan ami lihat diatas etalase ada nota yang bisa ditulis sama itu SPG. Ami lihat nih disebelah kiri ada 1 SPB cowo yang gak ngapa-ngapain, didepan ami ada 2 SPG yang lagi nulis nota dan ngelayani customer tapi disisi kanan ada beberapa orang SPG lama dan training yang cuma diem aja gak ngapa-ngapain. Ami langsung bilang “mbak saya udah selesai” dengan nada dan intonasi biasa tapi si mbaknya cuma ngelirik aja. Sementara SPB tadi lihat bapak-bapak nyamperin dia ehh langsung dilayani sama dia. Wah gak bener nih, ami juga pernah jadi SPG mbak dan yang mbak lakukan salah. Setengah teriak nih ami langsung bilang “ Ini ada pegawainya gak sih? Saya udah selesai belanja tolong dibuatin nota “ dalam kondisi marahpun ami masih bilang tolong lhoo. Dan si 2 SPG tadi ngedumel gak jelas, dan datang si anak training yang langsung ngebikin nota sambil bilang “ mau maghriban ya mbak kok kesusu “ males jawabnya ami diemin aja dia.

Habis dikasi nota ami langsung ke kasir, dikasirpun ami lihat 4 orang ngumpul diarea kasir dan yang dibuka cuma 1 POS aja. Aduhhh, lagi2 yaa saya dulu juga mantan kasir jadi harusnya tahu kalau dibelakang ada antrian meski posisi istirahat ya dibuka dulu sebentar. Dan gak boleh lhoo ngumpul seenaknya diarea Kasir, karena area Kasir itu harus steril. Balik lagi ke ami, ami nunggu nih dibelakang orang yang lagi beli jam dan jam nya dites di area kasir gak jalan jadinya kudu nunggu lama si customer ambil gantinya. Padahal seharusnya customer tadi waktu pilih jamnya sama SPG nya di tes kan dulu donk, bukannya baru di tes di area kasir. 
What a stupid selling education !!!!!!!

Evi, sebelah kiri

Balik lagi, waktu si customer ambil jam yang baru, ami udah maju nih berharap didahulukan transaksi. Ehhh lha kok nggak, kita yang antri dibelakang malah didiemin, padahal ami lihat belum ada transaksi gantung lhoo dari si mbak customer tadi. Begitu si mbak customer datang langsung dilayani dan kasir sebelah dibuka. Kalau orang tahu aturan, yang seharusnya dilayani dulu ya yang antri dibelakang customer sebelumnya. Ini malah ada bapak-bapak baru datang nyerobot langsung aja dilayani sama sikasir yang baru buka ( Evi ). Selesai di bapak ami langsung dilayani, ami tahu di nota SPG tadi nulis buku yang ami beli cuma 5 padahal fisiknya 6, kalau ami gak teliti siapa donk yang rugi? Pemilik toko? Bukan, kalian SPG dan kasir lah yang rugi karena harus bayar ganti barang yang “hilang”. Setelah Evi input dan mau menyebutkan total belanjaan ami langsung tegur dia “ mbak coba dicek lagi, buku yang saya beli 6 lho bukan 5 “ dan si Evi gelagapan ngeluarin lagi belanjaan saya sambil hitung jumlah fisik bukunya. Tanpa bilang oh iya bu maaf mungkin SPG nya salah hitung, nggak, nih si Evi mencap mencep aja sambil batalin transaksi terus buang itu struk yang keluar dari POS dan nyoret nota yang tadi ditulis si SPG. Total belanjaan saya Rp 14.600 uang saya Rp 50.000 dimana-mana yaa pembeli adalah raja dan yang namanya struk dan kembalian WAJIB diserahkan ke tangan customer bukannya ditaruh gitu aja diatas meja tanpa ucapan terima kasih.

Ampunn,,, ini toko yang punya siapa sih?? Tolong dong pegawainya dididik, setidaknya hargailah pelanggan cukup dengan senyuman. Kalau anda butuh barangnya sih silahkan beli disana, tapi bagi ami kepuasan belanja adalah yang utama dan ami TIDAK akan merekomendasikan toko Pelangi Krian ke kantor, teman, kenalan, atau siapapun yang minta pendapat mana toko ATK yang baik di Krian. Lebih baik beli aja di Gramedia meski harganya lebih mahal tapi pelayanannya memuaskan.

All You Can Eat Dinner at Anggrek Restaurant

Jumat malam lalu abi ngajakin makan malam keluar, kebetulan nih ami punya voucher makan Rp 100.000 di Anggrek Restaurant, Bisanta Bidakara Hotel Surabaya hadiah dari talkshow di Sheradio FM. Kita bertiga makan dengan menu All You Can Eat seharga Rp 55.000,- per orang. Karena Ara usianya masih dibawah 5 tahun jadinya gak bayar deh alias gratis.


Menu nya cukup minimalis, kata orang ada harga ada rupa. Malam itu sekitar jam 8 malam gak ada tamu yang makan disana kecuali kami bertiga. Menunya seperti ini :

  1. Nasi putih
  2. Ayam kecap
  3. Bihun goreng
  4. Cap cay ( sayuran aja gak ada sosis atau potongan ayam )
  5. Telur fuyunghai
  6. Tahu telor
  7.   Es buah
  8. Salad sayur
  9. Air putih

Ayam Kecap








Bihun Goreng













Cap Cay


Untuk rasa saya kasih nilai 6/10  kebersihan 8/10 
 ambience 7/10 
service 7/10










Salad











Kalau pas hujan sih ok-ok aja makan malam disana, tapi kalau nggak saran saya mending cari makan diluar aja lebih banyak variasi makanan dengan jumlah uang yang sama bisa dapat yang lebih enak. Disekitar hotel banyak PKL yang cukup enak rasa makanannya atau kalau mau sedikit jalan bisa ke Kedai Tua Baru yang pilihan menunya lebih banyak, rasanya lebih enak, dan suasananya juga cozy banget.
Fuyunghai

Pengalaman pertama lari 5K

Wow, itulah kata pertama yang ami rasakan waktu mengikuti event Pocari Sweat #SafeRunning 2016. Ya Allah nekat banget ya ami, belum pernah sebelum-sebelumnya lari sepanjang ini kok ya udah nekat ikutan lari 5KM. Beneran, ami ikutan event ini yang pertama karena penasaran seperti apa sih even running yang akhir-akhir ini jadi gaya hidup? Dan ternyata dari usia anak SD sampai kakek-kakek semua numplek blek disana. Ami waktu itu daftar pas presale  di 4 Maret 2016 via website www.pocarisweat.co.id/run  seharga Rp 180.000,-
Race Pack


Event di Surabaya hari minggu kemarin tanggal 24 April 2016, racepack ami ambil hari Sabtu di Ciputra mall, dapat nomer dada 8737. Kaosnya keren banget, dari Adidas, dapat juga asuransi dari Tokio Marine, voucher belanja Rp 100.000 ( dengan minimal pembelian Rp 500.000 ) dari Adidas, dan voucher 1 month free membership dari Gold Gym Indonesia.

Habis sholat shubuh ami bangunin abi minta anterin ke Graha Intiland, naik motor aja tuh berdua biar romantis. Acara dimulai sekitar jam 05.45 kami pemanasan dulu dipimpin mbak-mbak cantik dari Gold Gym. Oh iya, yang boleh masuk ke line up yang ikut 10K dulu karena mereka memang start race nya di jam 06.00. Menjelang jam 6 pagi kami semua menyanyikan lagu Indonesia Raya, tepat jam 06.00 pelari 10K mulai berlomba. Kalau ami lihat pelari-pelari di 10K udah “sego jangan”  dan banyak juga dari kelompok lari seperti indo runner dan lain sebagainya. Sementara yang ikut 5K yaa orang-orang seperti ami, kebanyakan pemula dan hanya menjadikan lari sebagai olah raga dan aktivitas selingan saja. 15 menit kemudian kami yang di 5K diberangkatkan, senang banget bisa lari barengan orang banyak meskipun gak ada satupun yang ami kenal. 1 KM pertama masih semangat lari, menjelang Hydration Point di KM 1,5 udah mulai kerasa nih kaki senut-senut. Sayang gak sempat ami foto, disana mah mau minum Pocari Sweat bergalon-galon monggo, udah disediakan kok sama panitianya.
Race Map
 Nah, abis minum nih kaki udah gak bisa diajak kompromi. Dan menurut ami penting lho pakai sepatu yang khusus buat lari, waktu itu ami pakai sepatu olah raga biasa alhasil jari-jari kaki terutama jempol membengkak karena kena tekanan tubuh. Ya sudah lah daripada gak bisa melanjutkan ami putuskan jalan cepat saja, tapi ami jalan cepatnya ambil kecepatan yang konstan gak seperti orang jalan kaki biasa. Di KM 3 ada Hydration Point lagi dan kami melalui cek point. Oh iya, di BIB yang kami gunakan ada chip pencatat waktunya lho, semuanya dicatat menggunakan MyLaps®BibTag System. Dan hasilnya nantinya akan di upload di website setelah selesai lomba. Ya Allah 5 KM kok rasanya jauh amat ya?? Oh iya, race map seperti ini.


Di KM 4,5 ada last hydration point tapi ami memutuskan gak minum soalnya mau nerusin lari aja. Disepanjang jalan official crew dari Pocari sweat selain menjaga keamanan, memberi arahan juga selalu menyemangati para pelari. Subhanallah pas menyentuh garis finish rasanya plong banget, waktu di garis finish kalo gak salah 53:19 (hasil resmi belum keluar) semua runner langsung ke tenda refreshment ambil satu botol pocari, pisang sama medali finisher. Wuihhh rasanya bangga dan senang banget ami akhirnya punya medali finisher untuk pertama kalinya. 

Sambil nunggu waktu ami ikut pendinginan dulu sama mbak-mbak dari Gold Gym lagi. Foto sana foto sini sambil menikmati suasana, ada beberapa tenda yang disediakan panitia, mulai dari community, baggage drop, mushola, ada juga tenda yang jualan produknya    PT. Amerta Indah Otsuka ( Pocari Sweat dan Soy Joy ). Didalam sana ada free cetak foto dari photo booth yang sudah disediakan, adajuga free sport massage dengan pembelian produk senilai Rp 10.000 aja. 





Dan tibalah saatnya pengumuman Juara 1,2,3 untuk Male dan Female kategori 5K dan 10K.


Untuk hadiahnya :
5K ( Male & Female )
Juara 1  : Uang Rp 5.000.000 + produk dari Garmin
Juara 2  : Uang Rp 3.500.000
Juara 3  : Uang Rp 2.000.000
10K ( Male & Female )
Juara 1  : Uang Rp 7.000.000 + produk dari Garmin
Juara 2  : Uang Rp 5.000.000
Juara 3  : Uang Rp 3.000.000
Untuk yang komunitas juga sama ada juara 1,2,3 cuma waktu itu ami lupa catat ^_^ 
Oh iya, itu kaki para pemenang bisa kecil-kecil kayak kancil gitu yaa, pantes kuat larinya, sementara ini kaki udah kayak kaki gajah, hehehe









Event pertama ini benar-benar berkesan buat ami, selain “njarem kabeh” yang gak akan bikin ami kapok, dari event ini ami jadi semangat berolah raga dan akan ikut event-event lari berikutnya. Semoga tahun depan catatan waktu nya bisa lebih baik lagi dan bisa full running tanpa jalan.





Cerita Ara kena Demam Berdarah

Kedua kalinya Ara opname, kali ini Demam Berdarah menyambangi tubuh putri kecilku. Awalnya mulai hari Minggu lalu Ara sudah mengeluh badannya sakit semua, tumben ini anak gak excited waktu diajakin nonton live show Hi-5 di atrium Tunjungan Plaza 3. Biasanya dia aktif dan selalu mengikuti gerakan dan nyanyian kelima personil Hi-5. Sepulang dari TP dia sudah mulai demam, yaa saya gak ukur suhu tubuhnya cuma tidurnya mulai gelisah. Saya kasih dia minum ibuprofen dan Vicks formula 44 anak untuk bapil nya. Sampai Rabu malam saya lihat Ara sering ngigau dan saya kompres demamnya masih belum turun juga. Hari Kamis Abi ijin setengah hari, Ara dibawa ke RS.Anwar Medika di Balongbendo – Krian. Karena waktu nyampe sana sudah jam 11 siang praktek dokter umum dan dokter anak sudah tutup, jadilah dia diperiksa di UGD. Udah kepikiran banget, dikantor lagi kedatangan Bos besar, anak lagi sakit dan gak bisa nemenin, galau tingkat dewa jadinya.

Jam 11.45 Abi telpon bilang kalo Ara lagi di tes darah, sambil nangis Ara ngadu ke saya. Jam makan siang tiba, langsung saya meluncur ke rumah sakit. Sampai sana Ara sudah tiduran di selasar UGD sama Ibu dan Bonita. Abi masih sama dokter lagi diomongin hasil lab, dan ternyata trombositnya turun ke 140. Tapi kata dokter karena demam tingginya baru 3 hari coba berobat jalan dulu tunggu 2 hari kalau demamnya belum turun kita balik cek darah lagi. Ya sudah kami turuti semua kata dokter, karena kartu asuransi suami belum jadi kita pakai surat keterangan dan biaya berobat jalan sementara reimburse dulu. Alhamdulillahnya total biaya dokter, labolatorium dan obatnya hanya 140rb.

Ehh ternyata 2 malam panas Ara belum turun juga, ini anak kalau siang suhu nya normal dan masih aktif tapi kalau sudah malam udah deh seperti cahaya redup matanya. Jumat malam Abi lembur, saya temani Ara nonton Disney Channel sambil saya kompres. Penasaran, saya ambil thermometer dan ternyata suhu tubuhnya sudah 38,8. Saya langsung telpon Abi, gimana nih bi Ara panas banget? Disaat kartu asuransi juga belum jadi, suami minta bantuan HRD nya untuk minta surat keterangan dari pihak Asuransi Lippo. Alhamdulillah jam 9 malam di email, dan langsung saya print buat jaga-jaga kalo nantinya harus opname. Ara ini ya meskipun sakit dia gak pernah ngerengek, tingkah lakunya masih sama seperti gak sakit. Saya langsung siapkan tas, masukkan diapers, susu, botol susu, beberapa baju ganti, peralatan mandi, dll jaga-jaga kalau harus opname. Abi sampai malam juga belum pulang sampai akhirnya kami ketiduran. Pas adzan Shubuh Ara bangun bilang kalo dadanya sakit, loncatlah kami berdua tanpa mandi tanpa ganti baju. Abi langsung ambil kunci mobil, masukin barang-barang yang sudah saya siapkan dan saya gendong Ara.

Sekitar setengah 5 pagi sampai di UGD RS. Anwar Medika, setelah dicek dokter langsung diberi pengantar ke lab dan gak sampe 5 menit hasilnya sudah keluar. Dan ternyata trombositnya turun lagi ke angka 127. Kami diberi pilihan mau rawat jalan atau opname, gak mau ambil resiko kami pilih opname saja. Kami bertiga keluar untuk urus administrasi rawat inap, untuk jatah kamar seharusnya 175.000/malam awalnya kami pilih kelas 1 dengan harga 225.000/malam dengan konsekwensi nambah dan fasilitas kamarnya 2 bed, AC, TV, dan kamar mandi dalam atau kelas 2 dengan harga 150.000/malam dengan fasilitas 2 bed, kipas angin , dan kamar mandi dalam. Namun ternyata semua kamar sudah penuh termasuk VIP dan VVIP, yang tersisa hanya kamar kelas 3 dengan fasilitas 9 bed, kipas angin dan tidak ada kamar mandi dalam. Ya sudah pikiran kami yang penting Ara masuk dulu, ditangani secara medis dulu masalah kamar nanti bisa pindah kalau ada pasien yang pulang. Saya ke apotek serahkan resep dari dokter UGD, setelah selesai saya cek total nya sekitar 800ribu untuk pembelian perlengkapan infus, 3 botol infus, termasuk 3 ampul antibiotic Taxegram 1G Vial yang harga per ampulnya 200ribuan dan beberapa ampul obat untuk uap karena Ara ada batuk pilek. Urusan administrasi beres, balik lagi ke UGD langsung dipasang infus dan di tes alergi obat. Sambil tunggu kamar siap sekitar jam 6 pagi dikasih sarapan nasi tim plus soto ayam.
di UGD masih aja narsis, lihat tuh mata sayunya

Kami dapat kamar di Tulip 4. Aduh ya, bukan apa sih yang namanya kamar 1 diisi 9 orang balita yang lagi sakit plus keluarganya itu sumpeknya bukan main. Ada yang nangis, ada yang jerit-jerit, si Ara Cuma bilang “Ami ongkep” dan setengah hari saya kipasin dia sampek tangan rasanya kiyu. Jam 11 an abi pulang kerumah ambil beberapa barang, baju dan beli makanan. Belum lama ngobrol sama “tetangga” kiri kanan dan ternyata semua pasien dikamar ini kena DB. Suster datang dan bilang kalau ada kamar kosong di kelas 2 dan tanpa pikir panjang langsung saja kami pindahan. Kamar Tulip 6 cukup lah untuk ukuran 2 pasien tapi tetap saja Ara kegerahan. Sebelumnya saya pernah opname disini tapi di gedung baru, letaknya persis dibelakang gedung lama. Saya opname sekitar tahun 2014 dan dikelas 1, namun disana sudah pakai TV LED, kamar mandi bathup dan ukuran kamarnya sangat luas. Beda banget dengan gedung lama, waktu saya intip kelas 1 ukurannya persis banget kayak kelas 2 yang ngebedain cuma AC dan disana masih pakai TV tabung. Oh iya, kamar mandinya juga beda banget, digedung baru sudah ada bath up tapi di gedung lama masih pakai timba dan gayung.
Kondisi kamar Tulip 6



Pasien di ruang anak rata-rata ditangani oleh dr. Bagus Setyoboedi ( No.Reg : 35.1.1.201.1.06.002380 ) Hari pertama setelah diperiksa dokter Bagus, Abi tanda tangan resep lagi sekitar 400ribuan, hari kedua diperiksa dokter yang berbeda ( lupa gak tanya namanya ) dan hari ketiga sekitar jam 11 malam kembali dokter Bagus yang periksa dan dinyatakan besok sudah boleh pulang ( Alhamdulillah leganya ) . Dihari kedua dan ketiga saya yang tanda tangan resep dengan kisaran 300ribuan dan masing-masing saya cek masih sama Taxegram.

Hari Selasa pagi ternyata banyak pasien yang sudah sembuh dan pulang, termasuk roommate Ara. Jam 9 pagi mereka sudah boyongan pulang, karena mereka bayar sendiri ya cepat prosesnya. Sementara kami yang pakai asuransi harus menunggu sampai ada jawaban dari pihak asuransi. Satu jam, dua jam belum juga Ara dipulangkan sampai datang jatah makan siang. Sekitar jam 12.30 Alhamdulillah sudah selesai semua urusan administrasi. Suami ke kasir dan tanya apa kami ada biaya yang harus dibayar sendiri? Dan ternyata ?????

Tidak Ada


Ahhh pengalaman 4 hari yang melelahkan namun membuat saya jauh menjadi lebih dekat dengan Ara. 4 hari tidur dikasur sempit berdua, kekamar mandi mintanya sama Ami, makan mintanya disuapin sama Ami. We love you nak, sebisa mungkin Abi sama Ami akan menjaga kamu menghindar dari segala penyakit.

Selasar ruang anak
Nunggu jawaban Asuransi sampe ketiduran

Taxegram ??? Apa ya ??

Saya nggak tahu apa sih iu Taxegram? kenapa hampir semua anak penderita Demam Berdarah diobati dengan antibiotik ini. Dan harganyapun lumayan mahal, apalagi kalau pakai asuransi yang seharusnya seharga 170rb an per ampul jadi 200rb an per ampul. 4 hari Ara di rumah sakit dan kalau saya hitung habis sekitar 6 ampul. Ini referensi yang saya dapat:



Brand::Sanbe
Product Code::G
Komposisi:Cefotaxime Na
Indikasi:Infeksi saluran napas bawah, infeksi saluran urogenital, GO tanpa komplikasi, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi intra-abdominal termasuk peritonitis, infeksi tulang dan atau sendi, infeksi SSP termasuk meningitis
Dosis:Dewasa dan anak > 12 tahun : 1 g tiap 12 jam. Infeksi serius : Maksimal : 12 g/hari. Untuk dosis > 4 g/hari diberikan tiap 12 jam. GO : 1 g/hari IM dosis tunggal. Infeksi tanpa komplikasi : 2 g/hari IM/IV, infeksi sedang sampai serius : 3-6 g/hari IM/IV, infeksi yang mengancam jiwa : 12 g/hari IV, infeksi yang memerlukan dosis tinggi : 6-8 g/hari. Pra dan pasca operasi : 1-2 g, 30-60 menit sebelum operasi
Kontra Indikasi:Hipersensitif terhadap sefalosporin
Perhatian:Riwayat penyakit GI, gangguan fungsi ginjal berat, hipersensitif terhadap penisilin. Hamil, menyusui
Efek Samping:Pruritus, demam, urtikaria, sindroma Steven-Johnson, syok anafilaksis. Trombositopenia, eosinofilia, leukopenia, vaginitis, moniliasis
Interaksi Obat:Aminoglikosida, diuretik kuat
Kemasan:Vial 1 g x 1

Area Miss V Cerah Suami Makin Bergairah



Apa sih penyebab area V menjadi hitam ?

Salah satunya karena obesitas, seperti yang selama ini saya alami. Selama masa kehamilan 4 tahun yang lalu saya mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis, dari 55 Kg jadi 75 kg. Bahkan pada masa menyusui berat badan saya malah meningkat jadi 80 Kg, sungguh sangat tidak ideal dengan tinggi badan saya yang hanya 162 cm. Akibatnya bukan hanya secara visual tidak sedap dipandang mata, namun ada lagi akibat yang menurut saya “memalukan” pangkal paha menjadi hitam karena pergesekan pangkal paha akibat obesitas.
Bahkan ketika berat badan saya sudah mendekati ideal,  area V saya masih tetap berwarna gelap. Terkadang saya sampai malu ketika berhadapan dengan suami, Jujur hal itu cukup mengganggu ketika kami melakukan hubungan suami istri. Dulu sih saya PD aja memakai hot pant atau lingerie didepan suami, namun ketika area V saya menghitam saya meninggalkan semua pakaian sexy saya dilemari.

Sebagai ibu dan wanita yang bekerja, saya tidak sempat untuk mencoba ramuan-ramuan tradisional yang “katanya” mampu mengembalikan kecerahan area V saya. Apalagi hal itu belum teruji secara klinis, tambah takut saya mencoba. Pernah saya coba beli sabun kewanitaan lainnya namun lagi-lagi saya kecewa karena hasilnya sama saja mengecewakan. Sekitar awal tahun 2016 ketika kami berbelanja bulanan disebuah Supermarket, seperti biasa saya hendak membeli sabun pembersih area kewanitaan. Waktu itu ada seorang SPG yang mendekati saya, dia tidak menawarkan dan memaksa saya membeli produknya. Namun dia mengedukasi saya tentang cara membersihkan area kewanitaan yang benar, bagaimana cara menjaganya, dan yang pasti dia juga menjelaskan kandungan yang ada didalam produk yang dia bawa.  Saya ingat namanya Indah, karena dia memperkenalkan dirinya sebelum berbicara lebih lanjut dengan saya. Indah menjelaskan bahwa sebagai wanita, kami harus menjaga area kewanitaan terutama dari lembab. Dengan tidak sering menggunakan panty liner, mengganti celana dalam minimal 2x sehari, mencuci miss V dengan cairan khusus yang berbahan alami seperti susu lactoserum dan asam laktat untuk mempertahankan keseimbangan pH alami miss V. Saya sempat “curhat” pada indah tentang masalah area miss V saya yang warnanya gelap , Indah memberikan saya sebuah produk yang namanya Lactacyd White Intimate. Indah menjelaskan bahwa selain kandungan yang tadi dijelaskan oleh dia, produk ini juga mengandung bahan alami Actipone-B dari Bengkoang dan Algowhite dari Alga Laut yang terbukti secara klinis bisa mencerahkan area pangkal paha dalam 4 minggu.

Awalnya saya mau beli karena saya suka cara dia mendekati saya, saya beli yang kemasan 60 ml dengan harga Rp 24,200. Seperti biasa saya rutin menggunakan 3x sehari, 2x setiap mandi dan 1x sebelum tidur dengan cara meneteskan ditelapak tangan saya beri sedikit air lalu saya gosokkan selain diarea miss V juga diarea pangkal paha yang menghitam. Saya berani menggunakan setiap hari karena setelah saya telusuri, Lactacyd White Intimate sudah teruji secara Dermatologis aman bagi kulit. Minggu pertama perubahan warna belum jelas terlihat, diminggu kedua pangkal paha saya yang awalnya hitam banget sekarang sudah kelihatan mendekati warna area paha saya. Dan tepat 4 minggu setelah saya menggunakan, area paha dalam saya sudah tidak sehitam dulu lagi. Memang sih tidak sepenuhnya sama dengan warna kulit paha namun saya sungguh bahagia karena sekarang saya sudah PD menggunakan lingerie yang dulu hanya saya simpan dilemari. Bukan hanya saya yang bahagia, suami juga senang dengan perubahan fisik dan psikis saya yang lebih bisa menyenangkan dia.


Bahkan kinipun saya tidak ragu untuk menyarankan ke ibu-ibu arisan PKK, teman-teman kantor, bahkan keponakan yang masih remajapun saya sarankan baik yang masih gadis dan terutama yang sudah menikah untuk membuktikan dan merasakan sendiri manfaat Lactacyd White Intimate. Area Miss V cerah, suami makin bergairah berkat Lactayd White Intimate